lognews.co.id, Bekasi - Jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur Station, Jawa Barat, bertambah menjadi 14 orang pada Selasa pagi. Proses identifikasi korban dan penanganan korban luka masih terus berlangsung. (29/4/26).
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan pembaruan data korban per pukul 08.45 WIB.
“Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, penanganan masih berlangsung,” ujarnya.
Menurut Bobby, para korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, sebanyak 84 korban luka mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Fasilitas kesehatan yang menangani korban di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta sejumlah rumah sakit lainnya.
KAI juga mengamankan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian melalui layanan lost and found.
Selain itu, perusahaan menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi mengenai penumpang terdampak.
Masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan informasi resmi terkait insiden tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kembali menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab tabrakan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (Amri-untuk Indonesia)



