Sunday, 26 April 2026

Brigitta Gunawan, Anak Muda RI yang Selamatkan Terumbu Karang Lewat Teknologi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Berawal dari pengalaman snorkeling di Nusa Penida, Brigitta Gunawan kini dikenal sebagai sosok muda yang aktif menyelamatkan terumbu karang melalui pendekatan teknologi dan edukasi. Kiprahnya menjadi contoh nyata peran generasi muda dalam menghadapi krisis lingkungan global. (26/4/26)

Pengalaman pertama melihat ekosistem bawah laut membuka kesadaran Brigitta terhadap pentingnya terumbu karang yang saat ini berada dalam kondisi rentan akibat perubahan iklim, polusi, hingga eksploitasi berlebih.

Data United Nations Environment Programme menyebut hingga 90 persen terumbu karang dunia berpotensi hilang pada 2050 jika tidak ada langkah serius. Padahal, lebih dari satu miliar manusia bergantung pada laut untuk kehidupan dan ketahanan pangan.

Dari Kampanye Digital ke Aksi Nyata

Pada 2021, di usia 17 tahun, Brigitta menggagas gerakan 30x30 Indonesia, terinspirasi dari target global perlindungan 30 persen lautan dunia pada 2030.

Awalnya berbasis kampanye media sosial, gerakan ini berkembang pesat dengan ratusan partisipasi publik dalam waktu singkat. Inisiatif tersebut kemudian bertransformasi menjadi aksi nyata restorasi terumbu karang.

Dalam lima tahun terakhir, Brigitta bersama komunitas lokal berhasil menanam lebih dari 1.400 fragmen karang dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 86 persen.

Teknologi 360 Derajat untuk Edukasi

Tak berhenti pada restorasi, Brigitta mengembangkan pendekatan edukasi melalui program Diverseas pada 2024. Program ini memanfaatkan teknologi video bawah laut 360 derajat berbasis virtual reality (VR).

Melalui inovasi tersebut, peserta dapat merasakan pengalaman menyelam secara imersif tanpa harus berada di laut langsung. Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta di 12 negara.

Dalam pengembangannya, Brigitta juga memanfaatkan perangkat dari Samsung untuk memperluas distribusi konten edukasi kepada generasi muda.

Diakui di Tingkat Global

Atas kontribusinya, Brigitta terpilih sebagai bagian dari program Generation17 Young Leader, kolaborasi antara United Nations Development Programme dan Samsung dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ia juga meraih sejumlah penghargaan internasional, termasuk National Geographic Young Explorer dan Millennium Oceans Prize, serta aktif berpartisipasi dalam forum global seperti Majelis Umum PBB.

Edukasi Jadi Kunci Perubahan

Brigitta menilai edukasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Menurutnya, peningkatan kesadaran generasi muda akan menentukan masa depan konservasi lingkungan.

Upaya melalui gerakan 30x30 Indonesia dan Diverseas terus diperluas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kisah Brigitta menunjukkan bahwa satu pengalaman sederhana dapat berkembang menjadi gerakan besar yang berdampak global, dengan kombinasi teknologi, edukasi, dan aksi nyata sebagai kunci perubahan. (Amri-untuk Indonesia)