Friday, 17 April 2026

BRIN Matangkan Kolaborasi Nuklir dengan Rusia, Dorong PLTN dan Kedaulatan Energi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional mempercepat langkah penguatan ekosistem energi nuklir dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Rosatom guna mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia. (16/4/26)

Langkah ini ditandai melalui kunjungan Kepala BRIN, Arif Satria, ke Rusia dan pertemuannya dengan First Deputy CEO Rosatom, Kirill Komarov, bersama jajaran direksi perusahaan nuklir tersebut.

Fokus Pengembangan PLTN dan Transfer Teknologi

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penjajakan kolaborasi teknis, termasuk pengembangan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.

Arif menegaskan, pemanfaatan energi nuklir menjadi opsi strategis untuk menjawab tantangan energi jangka panjang sekaligus menjaga kedaulatan energi nasional.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi langkah konkret menghadirkan energi masa depan yang stabil dan bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan kerja sama tidak berhenti pada pengadaan teknologi, tetapi mencakup transfer teknologi secara menyeluruh serta penguatan kapasitas riset nasional.

Bangun Ekosistem Nuklir Berkelanjutan

BRIN menargetkan pengembangan ekosistem nuklir yang tidak hanya aman dan andal, tetapi juga berkelanjutan melalui keterlibatan talenta lokal.

Model kolaborasi yang dibangun mencakup:

  • Pengembangan infrastruktur PLTN
  • Penguatan riset dan inovasi
  • Pendidikan dan pengembangan SDM nuklir
  • Transfer teknologi dari mitra global

“Fokus kami adalah kolaborasi komprehensif, bukan sekadar membeli teknologi,” kata Arif.

Hubungan RI–Rusia Sudah Terjalin Lama

Kerja sama Indonesia dan Rusia di sektor nuklir telah berlangsung selama beberapa dekade, meliputi penelitian, pengembangan teknologi, hingga pendidikan.

Melalui BRIN, pemerintah memastikan pengembangan energi nuklir tetap berorientasi pada tujuan damai serta memenuhi standar keselamatan internasional tertinggi.

Energi Nuklir Jadi Pilar Transisi Energi

Di tengah dorongan transisi menuju energi bersih, nuklir dinilai sebagai sumber energi rendah emisi yang stabil (baseload), sehingga mampu melengkapi energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat intermiten.

Langkah ini juga sejalan dengan target Indonesia memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

(Amri-untuk Indonesia)