Sunday, 19 April 2026

Minyakita Langka Berbulan-Bulan, Kemendag Optimalkan Distribusi Lewat BUMN Pangan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Kelangkaan Minyakita di sejumlah pasar selama beberapa bulan terakhir direspons Kementerian Perdagangan dengan mengakui adanya gangguan pasokan, sekaligus memastikan distribusi kini dioptimalkan melalui jalur BUMN pangan untuk menstabilkan ketersediaan di pasar rakyat. (14/4/26)

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan pemerintah memahami dinamika pasokan yang terjadi dan tengah memperkuat distribusi melalui Perum Bulog dan ID Food agar penyaluran lebih terkendali serta menjangkau pedagang secara langsung.

Pemerintah juga meningkatkan porsi kewajiban pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) untuk BUMN pangan menjadi minimal 35 persen, sebagai langkah memperkuat pasokan minyak goreng rakyat di lapangan di tengah tekanan distribusi.

Realisasi distribusi bahkan tercatat melampaui target, dengan capaian mencapai 49,45 persen dari total DMO, menunjukkan adanya percepatan intervensi pemerintah dalam mengatasi kelangkaan Minyakita.

Namun di lapangan, sejumlah pasar terutama di Jakarta dilaporkan mengalami kekosongan stok hingga tiga bulan terakhir, memaksa pedagang beralih ke minyak goreng lain dengan harga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Kenaikan harga juga terjadi pada produk pengganti, di mana minyak kemasan premium naik menjadi Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter, sementara minyak curah meningkat hingga sekitar Rp20 ribu per kilogram, memperlihatkan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna memastikan distribusi Minyakita kembali stabil dan tidak mengalami hambatan berkepanjangan di tengah kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap komoditas tersebut. (Amri-untuk Indonesia)