Friday, 17 April 2026

66 Persen Wilayah Jawa Barat Diprediksi Masuki Kemarau Lebih Cepat dan Kering

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bandung — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau lebih awal pada 2026 dengan intensitas yang lebih kering dan durasi lebih panjang dari normal. (14/4/26)

Prakirawan BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, menyebut 56 persen wilayah mulai memasuki kemarau pada Mei, setelah gejala awal muncul sejak Maret di Bekasi dan Karawang Utara lalu meluas ke Subang dan Indramayu pada April.

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus dengan sekitar 90 persen wilayah terdampak, sementara 93 persen wilayah secara umum masuk kategori kering sepanjang musim kemarau tahun ini.

Sebagian kecil wilayah memiliki pola berbeda, yakni sekitar 8 persen mencapai puncak pada Juli dan dua persen pada September, termasuk kawasan Bogor dan sebagian wilayah Sukabumi utara.

BMKG mengingatkan potensi krisis air bersih akibat durasi kemarau yang lebih panjang, sehingga pemerintah daerah diminta mengoptimalkan pengelolaan waduk, bendungan, serta rehabilitasi embung sebagai cadangan air.

Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air, sementara sektor pertanian disarankan menyesuaikan kalender tanam dan beralih ke varietas tanaman tahan kekeringan guna meminimalkan risiko gagal panen.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan perlu ditingkatkan seiring kondisi cuaca yang semakin kering. (Amri-untuk Indonesia)