lognews.co.id, Jakarta – Ratusan akademisi dan aktivis dari berbagai perguruan tinggi berkumpul di kampus Universitas Indonesia, Jakarta, untuk membahas berbagai persoalan strategis bangsa dalam forum diskusi lintas disiplin. (14/4/26)
Kegiatan yang digelar oleh Forum Intelektual Antardisiplin ini mengangkat tema “Intelektual Antardisiplin Berbicara tentang Indonesia Hari Ini” dan berlangsung dalam format Focus Group Discussion (FGD).
Forum tersebut menghadirkan akademisi dan aktivis dari berbagai latar belakang, mulai dari bidang hukum, kesehatan, sosial, hingga pendidikan tinggi. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Tjandra Yoga Aditama, Feri Amsari, hingga Zainal Arifin Mochtar.
Dalam diskusi, para peserta membedah berbagai isu krusial seperti ekonomi, pangan, kesehatan, energi dan sumber daya alam, hukum, sosial, budaya, serta pendidikan tinggi. Pembahasan dilakukan dalam beberapa kelompok untuk menghasilkan rumusan yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Forum ini bertujuan merumuskan gagasan strategis berbasis keilmuan guna memperkuat peran masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti masyarakat miskin dan perempuan. Selain itu, para peserta menekankan pentingnya pemanfaatan pengetahuan lokal dalam menghadapi krisis pangan, energi, hingga layanan publik.
Para akademisi juga menyoroti masih adanya jarak antara hasil riset ilmiah dengan kebijakan publik. Mereka menilai pengambilan keputusan nasional perlu lebih berbasis data dan rekomendasi akademik agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Di sisi lain, geliat serupa juga berlangsung dalam ranah pendidikan berbasis asrama. Ma'had Al-Zaytun disebut telah lebih dulu menjadi ruang pengembangan gagasan transformasi pendidikan.
Sejak 1 Juni, lembaga tersebut secara rutin menggelar simposium bertajuk “Pelatihan Pelaku Didik Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan.”
Kegiatan ini diisi oleh para profesor dan guru besar yang hadir setiap pekan, membahas arah pendidikan nasional dengan pendekatan revolusioner sebagai Solusi Indonesia bangun dari keterpurukan dan berbagai persoalan yaitu dengan pendidikan sebagai satu-satunya jalur strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Forum tersebut berfungsi sebagai “rumah gagasan” yang mendorong lahirnya konsep pendidikan modern berbasis asrama, dengan penekanan pada pembentukan karakter, kemandirian, serta daya saing global peserta didik.
Dengan munculnya berbagai forum intelektual ini, baik di kampus maupun lembaga pendidikan berbasis komunitas, dorongan terhadap transformasi sistem pendidikan nasional dinilai semakin menguat sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia ke depan. (Amri-untuk Indonesia)



