lognews.co.id, Maluku — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi bermagnitudo 7,6 di Laut Maluku yang berlokasi 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis dini hari pukul 05.48.14 WIB atau 06.48.14 WITA, dengan hasil pemutakhiran menunjukkan kedalaman sumber gempa berada pada 62 kilometer dan episentrum berada di koordinat 1,25 Lintang Utara serta 126,27 Bujur Timur, sehingga guncangan dirasakan cukup kuat hingga wilayah Gorontalo dan daerah sekitar. (2/4/26)
BMKG menyampaikan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami sehingga masyarakat diminta segera mengikuti seluruh arahan resmi dari BPBD, BNPB, dan BMKG, mengingat status peringatan dini telah dikeluarkan dan wilayah pesisir yang berada dalam radius terdekat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan muka air laut maupun gelombang anomali. Dalam informasi awal yang dipublikasikan, BMKG menekankan pentingnya evakuasi menuju area yang lebih tinggi apabila menerima instruksi resmi dari otoritas setempat untuk memastikan keamanan masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak.
Saat ini pemutakhiran data kegempaan terus dilakukan oleh pusat gempa nasional guna memastikan karakteristik sumber gempa serta potensi lanjutan yang dapat memengaruhi wilayah Maluku, Sulawesi Utara, dan sekitarnya, sementara pemantauan permukaan laut terus berlangsung secara real time untuk mendeteksi indikasi awal perubahan elevasi yang berkaitan dengan potensi tsunami. Masyarakat juga diimbau agar tidak mempercayai informasi tidak resmi yang beredar di media sosial dan tetap mengacu pada laporan BMKG serta instruksi lembaga penanggulangan bencana agar proses evakuasi dan mitigasi berlangsung terkoordinasi.
Hingga artikel ini disusun, BMKG menyatakan bahwa evaluasi lanjutan terkait intensitas guncangan dan dampak kerusakan masih berjalan bersamaan dengan pemantauan potensi tsunami, sehingga seluruh pihak diminta tetap siaga sesuai panduan keselamatan. (Amri-untuk Indonesia)



