lognews.co.id, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memberikan sinyal kuat bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan segera mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini. Kepastian tersebut menguat setelah Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa infrastruktur utama bagi operasional RI-2 telah rampung sepenuhnya, mulai dari gedung kantor hingga kelengkapan furnitur yang kini siap digunakan. Pemerintah juga telah mengirim sekitar 50 staf dari Sekretariat Wakil Presiden ke Nusantara untuk menjalankan persiapan teknis dan memastikan seluruh fungsi pendukung kepresidenan dapat bekerja optimal. “Saya kira ini, iya, karena sudah ada menugaskan 50 staf ke sana untuk persiapan-persiapannya. Mudah-mudahan akan segera. Insyaallah tahun ini,” ujar Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Basuki menegaskan bahwa sejumlah staf wapres sudah berada di kawasan inti IKN untuk memantau kesiapan detail sebelum keputusan resmi berkantor diambil pemerintah pusat. Ia memastikan kesiapan fasilitas menjadi faktor utama yang membuat rencana perpindahan RI-2 semakin realistis. “Tahun ini bisa, karena gedungnya sudah jadi, furniturenya juga sudah. Sudah beberapa dari staf wapres di sana,” kata Basuki. Dorongan percepatan juga datang dari DPR RI. Anggota Komisi II, Deddy Sitorus, menegaskan bahwa gedung-gedung yang telah berdiri di IKN harus segera dimanfaatkan agar anggaran negara tidak terbuang untuk perawatan bangunan yang belum ditempati. Ia meminta OIKN berkoordinasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto agar pemanfaatan fasilitas negara berjalan efektif.
Sebelumnya, Staf Khusus Wapres, Tina Talisa, melaporkan perkembangan IKN kepada Presiden ke-7 Joko Widodo saat bersilaturahmi di Solo pada Rabu (23/3/2026). Tina menjelaskan bahwa Sekretariat Wakil Presiden telah menjalankan mekanisme berkantor secara bergiliran di IKN sejak awal tahun sebagai tindak lanjut arahan Gibran untuk mempercepat adaptasi birokrasi. Dalam laporannya, Tina juga menegaskan bahwa pembangunan IKN berada pada jalur keberlanjutan, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang memastikan megaproyek tersebut tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga dipercepat dengan dukungan anggaran Rp48,8 triliun untuk periode 2025–2029.
OIKN menyatakan kehadiran pimpinan negara di Nusantara akan mempercepat akselerasi transisi pemerintahan dan menjadi bukti nyata kesiapan ibu kota baru tersebut menjalankan fungsi strategisnya. Pemerintah berharap momentum berkantornya RI-2 dapat memperkuat kepercayaan publik, mempercepat utilisasi fasilitas pemerintahan, dan menegaskan konsistensi arah pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa untuk memastikan keberlanjutan IKN.
(Amri-untuk Indonesia)



