lognews.co.id, Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna meredam spekulasi publik menjelang penyesuaian harga bulanan yang kerap dilakukan awal bulan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar bertahan Rp6.800 per liter dan menegaskan fokus utama pemerintah ialah menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM bersubsidi, mengingat dua jenis ini menyangkut kebutuhan energi rakyat banyak dan memiliki kontribusi langsung terhadap inflasi.
Ia meminta masyarakat menunggu rilis resmi tersebut agar informasi yang beredar tetap terukur dan menghindari misinformasi.
Sementara itu, isu kenaikan BBM nonsubsidi hingga 10 persen tengah ramai, terutama setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa jenis BBM non-subsidi memang mengikuti harga pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa formulasi harga BBM sudah diatur sejak 2022, di mana BBM industry seperti bensin RON 95 dan RON 98 akan bergerak secara otomatis mengikuti perkembangan minyak dunia. Bahlil menegaskan bahwa dinamika pasar global, termasuk gejolak di Timur Tengah, menjadi variabel penentu utama fluktuasi harga. (Amri-untuk Indonesia)



