Sunday, 29 March 2026

Jaga Stok Padi saat El Nino, Pemerintah Dorong Praktik Pertanian Regeneratif

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Indonesia menghadapi masa transisi cuaca dari La Nina menuju El Nino, ditandai kemarau basah bergeser ke kemarau kering di sebagian wilayah, Kamis (26/3/2026).

Fenomena ini berpotensi berdampak besar pada sektor pertanian, khususnya padi. Untuk menjaga ketahanan pangan, pemerintah mendorong praktik pertanian regeneratif yang memaksimalkan produktivitas lahan sekaligus ramah lingkungan. Strategi ini meliputi pemanenan air hujan, pengembalian biomassa sebagai bahan organik tanah, serta pengaturan irigasi melalui teknik alternate wetting and drying (AWD) yang hemat air dan mengurangi emisi metana hingga 20–70 persen.

Praktik pertanian regeneratif juga mencakup minimisasi penggunaan bahan kimia sintetis, integrasi tanaman dan ternak, serta peningkatan keanekaragaman hayati. Dukungan aparat TNI, Polri, dan penyuluh pertanian di lapangan dianggap vital untuk memastikan implementasi program ini berjalan efektif.

Selain mengurangi dampak kekeringan, metode ini dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi biaya, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Pemerintah pusat dan daerah terus memastikan ketersediaan pompa air beserta energi penggeraknya sebagai langkah terakhir menjaga produktivitas padi saat musim kering ekstrem.

(Amri-untuk Indonesia)