Saturday, 28 March 2026

Jabar Siapkan Ambulans Canggih, Cek Jantung hingga USG Gratis di Tol

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bandung – Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 2026, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyiapkan layanan medis inovatif berupa ambulans canggih yang dilengkapi fasilitas cek jantung, USG, hingga pemeriksaan penunjang lainnya secara gratis bagi pemudik di jalur tol. Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipatif untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat selama perjalanan jarak jauh. (26/3/26)

Dinkes Jabar memodifikasi sebuah minibus eks kendaraan dinas Gubernur Jawa Barat menjadi unit layanan kesehatan bergerak berteknologi tinggi. Kendaraan tersebut kini diperlengkapi sebagai sarana respons medis cepat di titik-titik strategis jalur mudik. Pemanfaatan kembali aset pemerintah dinilai meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat menjelaskan ambulans canggih ini dipersiapkan sebagai garda terdepan pertolongan pertama bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan, kelelahan, atau kondisi darurat. Fasilitas yang tersedia mencakup alat monitor jantung (ECG), USG portabel, oksigen, peralatan resusitasi, serta obat-obatan emergensi.

Layanan akan ditempatkan di titik rawan kemacetan dan rest area sepanjang Tol Cipali, Cipularang, dan jaringan tol Jabar lainnya. Tenaga medis bertugas selama 24 jam dengan skema mobile response sehingga dapat bergerak menuju lokasi kejadian dalam waktu cepat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan posko kesehatan terpadu, layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi medis untuk mencegah kelelahan ekstrem yang kerap menjadi pemicu kecelakaan selama perjalanan mudik.

Program inovatif ini memperkuat kesiapan Jabar dalam menghadapi lonjakan mobilitas tahunan. Kehadiran ambulans canggih di jalur tol diharapkan mampu meminimalkan risiko fatalitas, meningkatkan penanganan dini, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang kampung menggunakan moda transportasi darat.

(Amri-untuk Indonesia)