lognews.co.id, Jakarta — Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia mulai menerapkan skema efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memastikan stabilitas operasional alat utama sistem senjata dan mobilitas dinas di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi nasional. (23/3/26)
Karo Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan kebijakan efisiensi ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya langkah proaktif pengelolaan sumber daya strategis. Menurut dia, fokus kebijakan diarahkan pada penggunaan BBM secara efektif dan berbasis prioritas tugas.
Rico menjelaskan langkah efisiensi mencakup penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi tertentu, pengaturan operasional alutsista berdasarkan indeks prioritas operasi, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan layanan angkutan jemput pegawai. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan diambil karena keadaan darurat, melainkan bentuk disiplin tata kelola energi.
Kemhan memastikan cadangan energi nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan operasional pertahanan. Melalui program efisiensi ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat ketahanan nasional dengan menempatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kesiapsiagaan sebagai standar operasional.
Kebijakan efisiensi energi di sektor pertahanan sejalan dengan agenda prioritas pemerintah, termasuk konsolidasi lintas kementerian dan lembaga yang tengah dirumuskan dalam Rapat Koordinasi Pengawakan Program Prioritas Presiden di Kemhan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian strategis menghadapi tekanan energi global, fluktuasi harga minyak, serta dinamika keamanan kawasan.
(Amri-untuk Indonesia)



