Wednesday, 25 March 2026

Puncak Arus Balik, 134 Ribu Penumpang Tiba di Daop 3 Cirebon

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Cirebon — Pergerakan penumpang kereta api pada masa arus balik Lebaran 1447 H masih menunjukkan intensitas tinggi di wilayah Daop 3 Cirebon. Hingga Senin siang pukul 12.55 WIB, mobilitas di Stasiun Cirebon Prujakan dan Stasiun Cirebon terpantau meningkat dari arah Jakarta maupun Jawa. (24/3/26)

Data resmi Daop 3 mencatat 134 ribu penumpang tiba sejak awal masa angkutan Lebaran, 11–24 Maret 2026. Stasiun Cirebon menjadi titik kedatangan tertinggi, disusul Stasiun Cirebon Prujakan, Jatibarang, dan Brebes. Selain menjadi pusat urban, lokasi stasiun yang dekat pusat belanja dan destinasi wisata membuat arus kedatangan dan keberangkatan tetap seimbang.

 lognews.co.id foto 47 fasility

Daop 3 menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mempermudah mobilitas pemudik. Area masuk stasiun kini menggunakan face recognition, memungkinkan penumpang langsung mengakses peron tanpa pemeriksaan dokumen. Ruang tunggu dilengkapi loker penitipan barang bagi penumpang yang hendak beraktivitas di luar stasiun. Selain itu, tersedia water station untuk pengisian ulang air minum gratis dengan membawa tumbler pribadi sebagai bagian dari pengurangan sampah plastik.

Pada masa Lebaran tahun ini, pemerintah juga mengoperasikan layanan angkutan motor gratis (motis) untuk mengurangi risiko kecelakaan kendaraan roda dua. Motis di Daop 3 terdiri dari jalur utara (Jakarta–Cirebon–Semarang–Cepu) dan jalur tengah (Jakarta–Cirebon–Purwokerto–Lempuyangan), dengan periode operasional 13–19 Maret serta 24–30 Maret 2026. Layanan ini mencakup pengangkutan motor dan maksimal dua penumpang secara gratis.

Daop 3 mencatat kedatangan harian masih stabil pada kisaran 8 ribu penumpang per hari hingga 29 Maret. Masyarakat diimbau menjaga barang bawaan, tidak memakai perhiasan mencolok, serta tiba lebih awal di stasiun untuk menghindari risiko tiket hangus dan hambatan perjalanan selama masa arus balik. (Sahil-untuk Indonesia)