lognews.co.id, Jakarta — Lonjakan arus mudik mulai terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada H-4 Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepadatan penumpang membuat ruang tunggu penuh, bahkan sebagian pemudik terpaksa duduk di lantai sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta.
Berdasarkan pantauan pada Selasa pagi, hampir seluruh kursi di area tunggu telah terisi. Kondisi serupa juga terlihat di lobi utama stasiun yang dipenuhi penumpang tanpa menyisakan banyak ruang kosong.
Salah satu pemudik asal Cilacap, Jawa Tengah, Suyitno, mengaku kondisi tersebut sudah biasa terjadi menjelang puncak arus mudik. Ia memilih tetap bertahan meski harus duduk di lantai bersama keluarga.
“Ini memang lagi ramai, jadi seluruh tempat duduk juga sudah penuh,” ujarnya.
Suyitno menilai kereta api masih menjadi pilihan utama untuk mudik karena dinilai lebih nyaman dan terjangkau. Selain itu, fasilitas di dalam kereta seperti pendingin udara dan toilet membuat perjalanan lebih praktis, terutama bagi penumpang yang membawa keluarga.
Ia juga menambahkan bahwa perjalanan menggunakan kereta api relatif lebih tepat waktu karena tidak terpengaruh kemacetan seperti moda transportasi darat lainnya.
Hal serupa disampaikan Harsono, pemudik asal Blora, Jawa Tengah. Ia mengaku bersyukur masih mendapatkan tiket kereta api dengan harga terjangkau setelah melakukan pemesanan jauh hari sebelumnya.
Harsono menyebut tiket Kereta Api Airlangga yang ia beli seharga Rp104 ribu per orang tergolong ekonomis dibandingkan moda transportasi lain saat musim mudik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi kereta api masih tinggi menjelang Lebaran, terutama karena faktor kenyamanan, harga, dan ketepatan waktu.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga kepadatan di stasiun-stasiun utama diprediksi terus meningkat.
(Amri-untuk Indonesia)



