Sunday, 08 March 2026

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Berpihak pada Negara yang Diserang, Iran Termasuk

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas dalam konflik internasional dengan berpihak kepada negara yang menjadi korban serangan.

Menurut Jusuf Kalla, sikap keberpihakan tersebut penting agar Indonesia tetap memiliki posisi diplomatik yang jelas dalam hubungan internasional, khususnya di tengah memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, mesti ada keberpihakan. Masa kita berpihak ke Israel? Masa kita berpihak pada Amerika yang menyerang?” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di kediamannya.

Ia menambahkan, secara logika Indonesia seharusnya menunjukkan dukungan kepada Iran sebagai pihak yang diserang, meskipun terdapat perbedaan aliran keagamaan antara mayoritas masyarakat Indonesia dan Iran.

“Logikanya kita harus berpihak kepada negara Iran itu, walaupun mungkin berbeda Syiah,” kata Jusuf Kalla.

Dorong Peran Indonesia dalam Diplomasi Perdamaian

Selain menyoroti posisi diplomasi Indonesia, Jusuf Kalla juga menyinggung peran Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP) yang diharapkan mampu berkontribusi dalam meredakan konflik internasional.

Ia menilai forum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong penyelesaian konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel melalui jalur diplomasi.

“Harus ditagih atau diusulkan kepada Presiden Amerika Serikat agar memanfaatkan Board of Peace untuk mengatasi konflik ini,” ujarnya.

Jusuf Kalla menegaskan, apabila forum tersebut tidak mampu berperan dalam meredakan konflik besar, maka keberadaan Indonesia di dalamnya perlu dipertanyakan efektivitasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah rangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir. (Amri-untuk Indonesia)