lognews.co.id, Singkawang — Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menyatakan Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, merupakan budaya lokal yang memperkaya identitas nasional dan memperkuat narasi toleransi kebangsaan. (3/3/26)
Dalam sambutan yang dibacakan pada perayaan di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Bambang menegaskan bahwa kebangsaan Indonesia dibangun atas keberagaman, bukan keseragaman. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan perbedaan sebagai energi persatuan serta mengirim pesan kepada dunia bahwa Indonesia menjunjung tinggi perdamaian dan persaudaraan.
MPR RI, sebagai lembaga yang membumikan nilai Pancasila dan UUD 1945, disebut akan terus menjaga harmoni kebangsaan. Bambang menekankan pentingnya dialog antarumat dan kesetaraan konstitusional tanpa memandang suku, agama, dan ras dalam merawat persatuan nasional.
Ia juga menyoroti kontribusi masyarakat Tionghoa dalam sejarah Indonesia, mulai dari sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan hingga perjuangan kemerdekaan. Meski sejarah menyimpan dinamika dan tantangan, bangsa Indonesia dinilai telah belajar bahwa kebhinekaan merupakan sumber kekuatan kolektif.
Festival Cap Go Meh di Singkawang, yang dikenal sebagai Kota Seribu Kelenteng, menjadi simbol harmoni multikultural antara masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak sejak abad ke-18. Perayaan tersebut dinilai tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga representasi konkret persatuan dalam keberagaman Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)



