Wednesday, 25 February 2026

Iman Brotoseno Mundur dari Dirut TVRI, Alasan Kesehatan Jadi Pertimbangan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Iman Brotoseno, resmi mengajukan pengunduran diri pada Senin (23/2/2026). Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat mingguan bersama jajaran direksi, kepala satuan kerja, dan kepala stasiun penyiaran TVRI se-Indonesia yang digelar secara hybrid di Gedung Penunjang Operasional (GPO) LPP TVRI, Jakarta.

Dalam pernyataannya, Iman menegaskan pengunduran diri dilakukan murni karena alasan kesehatan dan tidak terkait tekanan politik maupun faktor eksternal lainnya.

“Saya memutuskan mengundurkan diri agar dapat fokus pada keadaan kesehatan saya. Tidak ada tekanan politik atau ancaman kekerasan terhadap diri saya. Saya mundur murni karena alasan kesehatan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Rapat tersebut turut dihadiri Dewan Pengawas (Dewas) TVRI. Ketua Dewas LPP TVRI, Agus Sudibyo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Iman selama memimpin lembaga penyiaran publik tersebut. Ia juga mengimbau seluruh jajaran tetap solid dan menjalankan fungsi lembaga secara profesional.

Dewas menyatakan akan memproses pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 13 Tahun 2005 mengenai LPP TVRI serta Keputusan Dewan Pengawas Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Kerja Dewan Pengawas dan Direksi. Dalam waktu maksimal 14 hari sejak surat diterima, Dewas akan menggelar sidang untuk menyetujui atau menolak permohonan tersebut.

Profil Singkat Iman Brotoseno

Mengutip laman resmi TVRI, Iman Brotoseno dikenal sebagai sutradara yang memulai karier di industri kreatif sejak 1998. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan menempuh pendidikan produksi film di National Film & Television School, Inggris.

Sebelum menjabat Dirut TVRI pada Mei 2020, Iman aktif sebagai sutradara di Orange Waterland Films dan terlibat dalam berbagai produksi film, iklan, dokumenter, serta video klip musik. Salah satu karya yang cukup dikenal adalah film 3 Srikandi (2016). Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Time Line, perusahaan komunikasi berbasis digital, serta aktif di berbagai organisasi perfilman dan komunitas blogger regional.

Dengan pengunduran diri ini, proses transisi kepemimpinan di TVRI akan mengikuti mekanisme regulasi yang berlaku hingga penetapan pimpinan definitif berikutnya.

(Amri-untuk Indonesia)