lognews.co.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto menargetkan tingkat imbal hasil aset (return on asset/RoA) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menembus angka 7 persen. Target tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), usai pemerintah melakukan reformasi dan penataan internal lembaga pengelola investasi negara tersebut.
Presiden menilai kinerja awal Danantara menunjukkan tren positif meski lembaga itu baru berjalan efektif sekitar lima bulan. Menurutnya, efisiensi dan reformasi yang dilakukan telah menghasilkan capaian hingga empat kali lipat dibandingkan kinerja tahun 2024. “Ini luar biasa, tapi harus dikejar, saya menuntut return on asset 7 persen,” ujar Prabowo.
Kepala Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapan untuk memenuhi target tersebut. Ia menegaskan langkah konsolidasi dan efisiensi di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) akan terus diperkuat guna meningkatkan kinerja aset dan menjaga keberlanjutan investasi.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menjelaskan potensi kerugian anak usaha BUMN sebelumnya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Kerugian langsung tercatat sekitar Rp20 triliun, sementara kerugian tidak langsung akibat struktur usaha berlapis dan inefisiensi operasional diperkirakan menambah hingga Rp30 triliun, meski dampak keseluruhan dinilai tidak selalu mencapai Rp50 triliun.
Untuk menekan potensi tersebut, Danantara menjalankan program konsolidasi melalui merger, penutupan, serta penataan ulang struktur bisnis anak usaha BUMN. Sepanjang tahun lalu, lembaga ini menyelesaikan 21 persoalan prioritas, termasuk restrukturisasi di sektor gula, BUMN karya, industri baja, serta maskapai penerbangan nasional. Tahun ini, fokus diarahkan pada penurunan beban utang dan penguatan struktur bisnis agar target imbal hasil aset dapat tercapai secara berkelanjutan.
(Amri-untuk Indonesia)


