Wednesday, 04 February 2026

Pelajar Menyeberang Sungai dengan Getek Viral, Bupati Lampung Timur Sebut Keterbatasan Anggaran Jembatan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Lampung Timur – Video viral yang memperlihatkan pelajar berseragam sekolah berdesakan bersama warga saat menyeberangi sungai menggunakan rakit penyeberangan (getek) di Kabupaten Lampung Timur memicu perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Ela Siti Nuryamah selaku Bupati Lampung Timur menyatakan pemerintah daerah belum mampu membangun jembatan permanen karena keterbatasan anggaran.

Menurut Ela, lokasi penyeberangan berada di hamparan sungai yang lebar dengan arus cukup deras serta masuk dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kondisi sungai yang kerap meluap juga berdampak pada wilayah pertanian di sekitar Way Bungur dan Purbolinggo.

Ia menjelaskan estimasi biaya pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp80 miliar, belum termasuk pembenahan badan sungai yang membutuhkan pondasi tinggi dan dalam agar mampu menahan arus deras. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebelumnya telah mengalokasikan hampir Rp19 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan pondasi awal di kedua sisi sungai, namun proyek belum dapat dilanjutkan akibat keterbatasan fiskal.

Pemerintah daerah, lanjut Ela, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, BBWS, serta pemerintah pusat guna mendorong percepatan pembangunan jembatan permanen. Dalam waktu dekat, solusi sementara direncanakan melalui program Jembatan Merah Putih yang melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu mobilitas warga dan pelajar.

Tim dari Komando Distrik Militer setempat disebut telah turun ke lokasi melakukan pengukuran serta pendataan jumlah pelajar yang setiap hari menyeberangi sungai. Ela juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut seraya menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi melalui koordinasi lintas instansi.

Pemerintah daerah membuka ruang kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi sekaligus menegaskan keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah tersebut. (Amri-untuk Indonesia)