Wednesday, 04 February 2026

Nelayan Pandeglang dan Lebak Hentikan Aktivitas Melaut akibat Cuaca Buruk

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Banten – Nelayan di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menghentikan aktivitas melaut sejak sekitar satu bulan terakhir akibat angin kencang, gelombang tinggi, serta curah hujan yang terus meningkat. Kondisi cuaca tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil bermesin tempel.

Seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Amat (55), mengatakan waktu tidak melaut dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring yang rusak. Ia menyebut sebagian besar nelayan memilih bertahan di darat demi menghindari potensi kecelakaan laut.

Sementara itu, nelayan lain yang juga anggota koperasi, Wading, menuturkan banyak rekan seprofesinya beralih sementara ke usaha lain guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga selama musim cuaca buruk berlangsung.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, mengimbau nelayan agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung ketika melaut. Ia menyebut jumlah nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lebak mencapai sekitar 3.600 orang, namun yang beraktivitas di laut saat ini relatif sedikit karena tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Wilayah pesisir yang terdampak antara lain Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Sukahujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk, hingga Sawarna. Pemerintah daerah telah mengirimkan surat peringatan dini kewaspadaan gelombang tinggi ke seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) guna mencegah terjadinya kecelakaan laut.

Nelayan diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan mengutamakan keselamatan selama kondisi gelombang tinggi masih berlangsung. (Amri-untuk Indonesia)