lognews.co.id, Subang – Banjir akibat luapan Sungai Cipunagara kembali melumpuhkan wilayah Pantura Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). Kondisi banjir semakin meluas sejak dini hari dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Luapan Sungai Cipunagara memperparah banjir yang sebelumnya dipicu oleh meluapnya Sungai Cigadung dan Kalensema. Debit air yang meningkat drastis membuat sungai tak lagi mampu menampung aliran, sehingga air meluber ke permukiman warga.
Jumlah pengungsi di kolong Flyover Pamanukan meningkat tajam, dari sekitar 100 orang menjadi hampir 800 orang dalam waktu singkat. Air yang masuk secara tiba-tiba pada dini hari membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga.
Warga mengungsi ke sejumlah titik aman, di antaranya Masjid Al Mukhlisin Pamanukan Kota, Masjid Hidayatul Jariyah Desa Mulyasari, GOR Waluya Jaya, Aula Desa Pamanukan Kota, hingga kolong flyover Pamanukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, menyebut banjir terjadi akibat lonjakan debit air sungai yang sangat tinggi. Setelah pukul 02.00 WIB dini hari, air meluber secara masif hingga merendam permukiman dan kawasan yang sebelumnya relatif aman.
Sejumlah wilayah dilaporkan sempat terisolasi, di antaranya Legon, Bobos, dan Dukuh di wilayah Ciasem. Akses jalan terputus akibat derasnya arus air, sehingga BPBD menyiapkan perahu evakuasi serta mendirikan tenda dan dapur umum.
BPBD juga mengakui adanya tanggul sungai yang jebol. Upaya penanganan darurat menggunakan karung pasir dilakukan, namun tekanan air yang tinggi membuat langkah tersebut kurang efektif.
Banjir kini meluas ke delapan kecamatan, yaitu Pamanukan, Pusakanagara, Blanakan, Ciasem, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya, dan Compreng. Ribuan rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga 1,5 meter.
Dampak banjir menyebabkan sekitar 8.000 jiwa mengungsi ke berbagai titik aman di wilayah Subang. Jalur transportasi utama yang menghubungkan Subang dan Pamanukan juga tidak dapat dilalui akibat genangan air yang tinggi.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan BNPB terus melakukan evakuasi warga serta penyaluran bantuan logistik darurat untuk menangani skala bencana yang semakin meluas. (Amri-untuk Indonesia)


