Wednesday, 04 February 2026

Hujan Deras Picu Banjir Di Cirebon, Bekasi, Dan Jakarta

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi, Jumat (30/1/2026).

BNPB mencatat sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat sebanyak 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter. Sedikitnya 1.273 orang atau 425 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam periode yang sama, hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di Kota Bekasi. BNPB mencatat sedikitnya delapan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air lebih dari 80 sentimeter, meliputi Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.

Sementara itu, di Jakarta lebih dari 446 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Kondisi tersebut diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.

BNPB memastikan tim petugas gabungan telah berada di lokasi bencana di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta untuk membantu proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi dengan memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya masih dalam proses pendataan,” ujar Abdul Muhari.

BNPB juga menyebut peristiwa banjir ini sejalan dengan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperkirakan berlangsung hingga dua hari ke depan atau Minggu (1/2/2026).

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat dan angin kencang, serta meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan. (Amri-untuk Indonesia)