Saturday, 04 April 2026

Lahan Sawah Dan Produksi Padi Makin Susut

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Menurut data dari ASEAN Food Security Information System (AFSIS) pada tahun 2022, Indonesia masih mendominasi sebagai produsen terbesar di ASEAN dengan produksi mencapai 35,05 juta ton beras. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi pemain utama dalam industri beras di kawasan ini. Namun kenyataannya produksi beras Indonesia makin tahun mengalami kemerosotan, tahun ini diperkirakan turun 760 ribu ton 2,43% dibandingkan tahun 2023.

BPS (Badan Statistik Nasional) menerbitkan data pada tanggal (15/10/2024) yang menerangkan perbandingan luas lahan berpengaruh kepada hasil panen, pada tahun 2023 luas panen padi Indonesia sebanyak 10,21 juta hektare kini ditahun 2024 menjadi 10,05 juta hektare Turun 0,17 juta hektare atau turun sebanyak 167,25 ribu hektare atau 1,64 persen, kemudian produksi padi di 2023 tercatat sebesar 53,98 juta ton GKG (Gabah Kering Giling), Sedangkan produksi padi tahun 2024 sekitar 52,66 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 1,32 juta ton GKG atau 2,45 persen 

Data diatas menunjukkan semakin menyusutnya luas panen terhadap produksi gabah nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan disebutkan Luas panen padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 10,05 juta hektar atau turun sebesar 0,17 juta hektar dibanding tahun lalu. Sedangkan kebutuhan konsumsi beras nasional setiap bulannya pada tahun lalu adalah sekitar 2,5 juta ton. 

Berbeda dengan Indonesia negara tetangga seperti Itu Vietnam, Thailand, dan Brunei justru semakin fokus terhadap pangannya, alhasil Vietnam berada diperingkat kedua dengan produksi sebanyak 27,73 juta ton beras giling, diikuti oleh Thailand di peringkat ketiga dengan produksi sebesar 21,43 juta ton.

Padahal jika melihat kondisi Indonesia tahun 2008, secara nasional Angka Sementara (ASEM) produksi padi di tahun 2008 sebesar 60,25 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan produksi tahun 2007 (ATAP), terjadi peningkatan sebanyak 3,09 juta ton (5,41 persen). Kenaikan produksi terjadi karena peningkatan luas panen seluas 161,52 ribu hektar (1,33 persen) dan juga produktivitas sebesar 1,90 kuintal/hektar (4,04 persen). Kenaikan produksi padi tahun 2008 terdapat di beberapa provinsi, terutama di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah.

Kebijakan dan komitmen kuat pemerintah, itu bukan mustahil menghadapi masalah impor pangan yang selalu membebankan negara, begitulah setidaknya pengalaman Vietnam, negara tetangga di ASEAN dengan populasi 101 juta jiwa. (Amri-untuk Indonesia)