Sunday, 17 May 2026

Kiprah 24 Tahun Lembaga Pendidikan Al Zaytun Sebagai Pesantren Yang Mandiri dan Inklusif

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Indramayu  -  Ribuan santri, Guru dan civitas berkumpul di masjid Rahmatan Lil Alamin dalam acara “Syukuran 24 Tahun Ma’had Al – Zaytun” dengan lagu pembuka yaitu Indonesia Raya Tiga Stanza sebagai ciri khas dan satu satunya lembaga pendidikan yang konsisten mengumandangkannya sebagai bismillah atau pembuka acara pada Minggu pagi, (27/08/2023).

Bertindak sebagai pemimpin khataman,dan dzikir, Ali Aminullah, S.Ag., M.Pd.I., ME. , mengucapkan penghormatannya kepada Prof. Dr. AS. Panji Gumilang, M.P.

 “ Insyaallah pada hari ini ada 2.455 yang akan membacakan Al Qur’an Masing masing 2 juz sehinga kita bisa mengkhatamkan 163 khatam pada pagi hari ini, untuk mengawali mari kita membacakan umul kitab al fatihah” ujar Ali yang juga sebagai Ketua Majelis Pengendali Asrama Pelajar Ma'had Al Zaytun.

Usai melaksanakan murotal qur’an secara bersama sama, Ustadz Ali Aminullah mengajak untuk membacakan dzkir dan doa yang ditujukan kepada bangsa, pemerintah, Syaykh, civitas dan para siswa.

“Alhamdulillah kita sudah selesaikan khataman Alquran selanjutnya kita akan berzikir dan berdoa agar seluruh bangsa dan negara Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan kesejahteraan juga umat manusia secara keseluruhan, semoga para pemimpin Indonesia menjadi pemimpin yang lurus dalam menjalankan amanah,” Kata Ali.

“Kemudian doa juga kita panjatkan secara khusus pada orang tua kita Syaykh Al Zaytun serta Umi dan keluarga semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan yang paripurna keselamatan dan kesejahteraan, semoga beliau (Syaykh Panji Gumilang) segera bersama kita semua membimbing kita membersamai kita dalam menjalankan pendidikan” terangnya.

Dalam kiprahnya membangun bangsa, dikesempatan ulang tahun ke 24 Al Zaytun,  Syaykh berpesan melalui penayangan video pesan dan gagasan yang ditayangkan dilayar multimedia di masjid, bahwa untuk membangun bangsa, maka perlu adanya peningkatan indeks pembangunan manusia yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Yakni pendidikan yang ditengok, ditinjau, yang diteliti, dinilai, kemudian kesehatan dan ekonomi, yang dinamakan pendidikan, sarananya sudah ada disini, dan sudah ada wujud kelulusannya, malam hari kita ajak karyawan dan keluarga yang belum selesai pendidikannya memasuki kelompok belajar paket A, B, dan C”  ujar Syaykh dalam penayangan video.

“Yang ditimbang kedua adalah kesehatan, karena merupakan unsur pokok dari indeks pembangunan manusia, maka ditaruh ditengah supaya seimbang, menjadi tiang daripada neraca, pada sepuluh tahun lalu mendirikan organisasi sepeda ASSA (Asosiasi, Sepeda Sehat Al Zaytun) kita melihat banyak, dasar itu adalah ajaran ilahi kita disuruh berjalan diatas bumi, dan memerhatikan bagaimana lingkungan” lanjutnya.

“Kalau sudah bagus, ekonomi ikut ekor dari pendidikan yang bagus, kesehatan yang bagus” pungkasnya.

Diujung video Syaykh mengajak untuk sadar dan merdeka.

“sadarlah hatinya, sadarlah budinya, merdeka ruh saudara, merdeka fikir saudara, merdeka ilmu saudara, untuk Indonesia Raya”ujar Syaykh dalam video tersebut.

Diketahui selama berdiri Mahad Al Zaytun memulai pembangunannya pada 13 Agustus 1996, dan dibuka pertama kali pada tanggal 1 Juli 1999, kemudian secara resmi disahkan oleh Presiden Indonesia ke-3, B.J. Habibie pada 27 Agustus 1999.    (Amr-untuk Indonesia)