Friday, 22 May 2026

Brasil Mendominasi Ekspor Kopi Dunia pada 2026-2027

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, JAKARTA – Ekspor kopi Brasil diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pada musim panen 2026-2027. Negara produsen kopi terbesar di dunia itu diproyeksikan mampu mengekspor sekitar 50 juta karung kopi berukuran 60 kilogram atau setara 3 juta ton. 

Asosiasi Industri Kopi Brasil menyebut peningkatan ekspor didorong oleh pulihnya produksi nasional dan tingginya permintaan global terhadap kopi, terutama jenis arabika dan robusta.

Harga kopi internasional yang masih tinggi dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong petani dan pelaku usaha meningkatkan volume ekspor secara signifikan.

Berdasarkan data Dewan Eksportir Kopi Brasil (Cecafé), sepanjang 2025 Brasil berhasil mengekspor sekitar 44,9 juta karung kopi dengan nilai pendapatan lebih dari 10 miliar dolar AS. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah industri kopi Brasil.

Pada kuartal pertama 2026, nilai ekspor kopi Brasil terus meningkat seiring tingginya harga kopi arabika di pasar dunia akibat kekhawatiran terhadap pasokan global yang terbatas.

Brasil saat ini menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen pasokan kopi dunia dan tetap menjadi eksportir utama untuk kopi arabika maupun robusta.

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi kopi Brasil pada musim panen 2026-2027 dapat menembus lebih dari 66 juta karung. Peningkatan produksi dipengaruhi kondisi cuaca yang mendukung di wilayah penghasil kopi utama seperti Minas Gerais, Espírito Santo, dan São Paulo.

Permintaan konsumsi kopi di kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Asia juga diperkirakan terus meningkat sehingga menjadi faktor utama pendorong ekspor Brasil dalam periode mendatang.

Meski demikian, para analis mengingatkan potensi gangguan cuaca akibat fenomena El Niño masih dapat memengaruhi hasil panen dan kualitas kopi pada akhir tahun. Selain itu, kenaikan biaya logistik internasional serta fluktuasi nilai tukar mata uang global dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasar kopi dunia.

(Amri-untuk Indonesia)