Wednesday, 13 May 2026

Parlemen Filipina Setujui Pemakzulan Sara Duterte, Terancam Gagal Maju Pilpres 2028

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Manila – Parlemen Filipina resmi menyetujui pemakzulan terhadap Wakil Presiden Filipina Sara Duterte melalui voting mayoritas yang digelar Senin waktu setempat. Keputusan tersebut membuka jalan menuju persidangan di Senat yang berpotensi mengakhiri karier politik putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu. (12/5/26).

Dalam pemungutan suara tersebut, sebanyak 255 anggota parlemen mendukung pemakzulan, 26 menolak, dan sembilan lainnya abstain. Proses tersebut menjadi salah satu dinamika politik terbesar di Filipina menjelang kontestasi pemilihan presiden 2028.

Sara Duterte menghadapi sejumlah tuduhan serius mulai dari dugaan gratifikasi, korupsi, penyuapan pejabat negara hingga ancaman pembunuhan terhadap Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Kasus ini menjadi sorotan internasional karena sebelumnya Sara Duterte dikenal sebagai sekutu politik Marcos Jr sebelum hubungan keduanya memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Tuduhan terhadap Sara Duterte

Pasal-pasal pemakzulan menyoroti dugaan penyalahgunaan dana publik serta kepemilikan aset yang dianggap tidak dapat dijelaskan secara transparan.

Selain itu, Sara Duterte juga dituduh melontarkan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr dan keluarganya dalam sebuah konferensi pers larut malam.

Dalam pernyataannya saat itu, Sara mengaku telah menyiapkan seseorang untuk membunuh Marcos Jr apabila dirinya lebih dahulu dibunuh. Namun belakangan ia menyebut ucapannya disalahartikan.

Anggota parlemen Filipina Bienvenido Abante mengatakan proses pemakzulan tersebut bukan sekadar persoalan politik, melainkan menyangkut masa depan demokrasi dan supremasi hukum di Filipina.

“Ini bukan lagi hanya tentang politik. Ini tentang hati nurani, kewajiban, dan masa depan bangsa kita,” kata Abante usai pemungutan suara.

Ia menegaskan tidak boleh ada pejabat negara yang kebal hukum, termasuk wakil presiden.

Menunggu Persidangan Senat

Tahap berikutnya ialah persidangan di Senat Filipina yang akan menentukan apakah Sara Duterte bersalah atau tidak atas berbagai tuduhan tersebut.

Berdasarkan konstitusi Filipina, apabila terbukti bersalah, Sara Duterte akan dicopot dari jabatannya sebagai wakil presiden dan dilarang menduduki jabatan publik seumur hidup.

Tim hukum Sara Duterte menyatakan siap menghadapi proses hukum di Senat dan meminta pihak penuduh membuktikan seluruh dakwaan yang diajukan.

“Kami sepenuhnya siap membela Wakil Presiden di hadapan Senat yang bertindak sebagai Pengadilan Pemakzulan,” ujar penasihat hukumnya dalam pernyataan resmi.

Dampak Politik Filipina

Pengamat politik menilai kasus ini dapat mengubah peta politik Filipina menjelang Pemilu Presiden 2028. Sara Duterte sebelumnya disebut sebagai salah satu kandidat kuat penerus kepemimpinan nasional.

Pemakzulan tersebut juga mempertegas pecahnya koalisi politik antara keluarga Duterte dan kubu Marcos yang sebelumnya bersatu dalam Pemilu Filipina.

Kasus Sara Duterte menjadi pemakzulan kedua terhadap wakil presiden Filipina dengan substansi tuduhan serupa. Sebelumnya, proses serupa juga sempat memicu polemik politik besar di negara tersebut.

Hingga kini, pemerintah Filipina maupun Istana Kepresidenan belum memberikan komentar panjang terkait dampak politik dari proses pemakzulan tersebut. (Amri-untuk Indonesia)