lognews.co.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal balasan yang diajukan Iran terkait upaya penyelesaian konflik Timur Tengah. Trump menyebut usulan dari Teheran tersebut “sama sekali tidak dapat diterima”. (11/5/26)
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump.
Penolakan tersebut muncul setelah Iran memberikan respons atas proposal perdamaian terbaru Amerika Serikat. Dalam proposal balasan itu, Teheran menekankan penghentian perang di seluruh kawasan, khususnya di Lebanon, serta jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan asing meski jalur diplomasi masih dibuka.
“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh. Dialog tidak berarti menyerah,” ujar Pezeshkian.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer terhadap Iran belum akan berakhir sebelum fasilitas nuklir dan cadangan uranium Iran dihentikan sepenuhnya.
Laporan media pemerintah Iran menyebut proposal yang diteruskan melalui mediator Pakistan itu juga memuat tuntutan agar aktivitas militer asing di kawasan Teluk dibatasi demi menjaga stabilitas jalur perdagangan internasional.
Konflik di Timur Tengah kembali meningkat sejak operasi gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Situasi tersebut turut memicu kekhawatiran global terhadap keamanan energi dan pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan negosiasi damai antara Washington dan Teheran. Namun pernyataan keras Trump dinilai mempersempit peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. (Amri-untuk Indonesia)



