Thursday, 30 April 2026

UEA Keluar dari OPEC, Kemlu RI Pastikan Tak Ganggu Hubungan Bilateral

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Uni Emirat Arab menegaskan keputusan keluar dari OPEC merupakan langkah berdaulat dan strategis berbasis visi ekonomi jangka panjang. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan kebijakan tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan UEA.

Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Mahash Al Hameli, menyebut keputusan itu diambil untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pemanfaatan kapasitas energi nasional serta memperkuat pembangunan ekonomi negara tersebut.

“Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC adalah pilihan berdaulat dan strategis yang berlandaskan visi ekonomi jangka panjang negara ini,” ujarnya.

Berlaku Mulai 1 Mei 2026

UEA mengumumkan akan resmi keluar dari OPEC dan OPEC+ efektif mulai 1 Mei 2026. Langkah ini dinilai akan mempengaruhi peta kebijakan pasokan minyak global karena UEA merupakan salah satu produsen utama di kawasan.

Pemerintah UEA menyatakan akan tetap menjaga pasokan energi dunia melalui peningkatan produksi secara bertahap dan terukur sesuai kebutuhan pasar.

Respons Pemerintah Indonesia

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan Indonesia memandang keputusan tersebut sebagai bagian dari dinamika tata kelola energi global yang terus berkembang.

“Pemerintah Indonesia memandang perkembangan ini sebagai bagian dari dinamika tata kelola energi global yang terus berkembang,” kata Yvonne di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Indonesia berharap perubahan komposisi keanggotaan OPEC tidak mengganggu stabilitas pasar minyak dan keamanan pasokan energi internasional.

“Dan kita berharap perkembangan ini tetap mendukung stabilitas pasar dan keamanan pasokan energi global,” lanjutnya.

Hubungan RI-UEA Tetap Solid

Kemlu menegaskan pemerintah akan terus mencermati dampak keputusan tersebut terhadap perekonomian nasional dan ketahanan energi dalam negeri.

Selain itu, Indonesia memastikan hubungan diplomatik dan kerja sama strategis dengan UEA tetap berjalan normal.

“Dapat kami sampaikan, kebijakan tersebut tidak mempengaruhi hubungan bilateral yang selama ini terjalin maupun kerja sama strategis yang telah terbina antara Indonesia dan UEA,” ujar Yvonne.

Kemitraan Strategis Berlanjut

Indonesia dan UEA selama ini memiliki hubungan erat di sektor investasi, perdagangan, energi, infrastruktur, hingga pembangunan berkelanjutan. Karena itu, keputusan UEA di ranah organisasi internasional dipandang sebagai kebijakan internal yang tidak mengubah arah kemitraan kedua negara.

Langkah UEA keluar dari OPEC kini menjadi sorotan global, namun bagi Indonesia fokus utama tetap pada stabilitas energi dan kesinambungan kerja sama ekonomi bilateral. (Amri-untuk Indonesia)