lognews.co.id, Netivot — Fenomena tak biasa terjadi di Netivot, selatan Israel, ketika ribuan lebah tiba-tiba memenuhi kawasan permukiman dan pusat komersial, memicu kepanikan warga. (17/4/26)
Rekaman video yang beredar menunjukkan kawanan lebah dalam jumlah besar menyelimuti pusat perbelanjaan pada Rabu (15/4). Warga menggambarkan peristiwa tersebut sebagai “invasi” serangga yang kemudian meluas ke berbagai titik kota.
Otoritas setempat segera mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah serta menutup pintu dan jendela guna menghindari risiko sengatan.
Dalam laporan yang beredar, kawanan lebah ini disebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Bahkan, aktivitas penerbangan sempat terganggu setelah lebah dilaporkan masuk ke bagian mesin sebuah pesawat militer sehingga gagal lepas landas.
Di sisi lain, fenomena ini memicu reaksi luas di media sosial. Sejumlah pengguna mengaitkannya dengan narasi religius, termasuk kisah dalam Alkitab. Beberapa komentar menyebut kejadian ini menyerupai “tulah” seperti dalam kisah Mesir kuno, sementara lainnya mengutip ayat Kitab Yesaya yang menyebut kemunculan lebah sebagai simbol tertentu.
Meski demikian, secara ilmiah fenomena kawanan lebah bukanlah hal luar biasa. Aktivitas ini lazim terjadi saat koloni lebah berkembang dan membentuk kelompok baru, terutama pada musim dengan suhu hangat dan ketersediaan bunga yang melimpah.
Di berbagai negara, peningkatan suhu pada musim semi diketahui dapat mempercepat proses berbunga tanaman, yang pada akhirnya meningkatkan aktivitas lebah dan memicu terbentuknya kawanan besar.
Fenomena serupa pernah terjadi di Bristol, Inggris, ketika ribuan lebah menutupi atap bangunan industri akibat lonjakan populasi koloni.
Dengan demikian, meski terlihat dramatis dan memicu spekulasi, kemunculan kawanan lebah dalam jumlah besar lebih dapat dijelaskan sebagai fenomena alam yang berkaitan dengan siklus biologis dan kondisi lingkungan. (Amri-untuk Indonesia)



