Sunday, 19 April 2026

Musisi Indonesia Tampil Memukau di Ankara, Lognews.co.id Soroti Diplomasi Budaya di Panggung Global

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lognews.co.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) dalam Festival Musik Internasional Ankara ke-40 yang digelar pada 11 hingga 12 April 2026. Kehadiran dua kelompok musik tersebut menjadi representasi kuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.

Diplomasi Budaya Melalui Musik Internasional

Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menegaskan bahwa partisipasi musisi Indonesia di bawah arahan maestro Avip Priatna merupakan bentuk konkret promosi citra Indonesia sebagai bangsa yang kreatif, terbuka, dan kaya akan potensi seni.

Menurutnya, musik memiliki kekuatan universal yang mampu menjembatani perbedaan dan mempererat hubungan antarbangsa. Penampilan Indonesia di Ankara tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga medium diplomasi yang efektif dalam membangun kedekatan antara Indonesia dan Turki.

Repertoar Nusantara yang Menggugah Emosi

Dalam penampilannya, JCO dan BMS membawakan sejumlah karya yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Lagu-lagu seperti “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki, “Tanah Air” karya Ibu Sud, serta lagu daerah “Bubuy Bulan” dari Jawa Barat dan “Sik-Sik Batu Manikam” dari Sumatera Utara berhasil memikat perhatian penonton.

Salah satu momen paling berkesan adalah saat lagu “Indonesia Pusaka” dibawakan. Lagu tersebut menghadirkan suasana haru yang mendalam dan memperkuat nuansa nasionalisme di tengah panggung internasional

Kolaborasi Karya Nasional dan Internasional

Pada hari kedua, penampilan dilanjutkan dengan kombinasi lagu Indonesia dan internasional. Beberapa di antaranya termasuk “Somewhere Over The Rainbow” yang dikenal luas melalui Judy Garland, serta “Bahasa Kalbu” karya Titi DJ, Andi Rianto, dan Dorie Kalmas.

Penampilan ini menunjukkan fleksibilitas dan kualitas musisi Indonesia dalam mengolah berbagai genre musik, sekaligus memperlihatkan kemampuan adaptasi di panggung global.

Didukung Musisi Profesional dan Antusiasme Penonton

Konser tersebut turut didukung oleh sejumlah solois berbakat, di antaranya James Napoleon Lai pada piano, Giovani Biga pada biola, Metta F. Ariono dan Marini Widyastari pada flute, serta Nino Ario Wijaya pada klarinet.

Selama dua hari pelaksanaan, sekitar 1.500 penonton hadir menyaksikan pertunjukan. Antusiasme juga datang dari diaspora Indonesia, khususnya mahasiswa yang berada di Turki, yang turut memberikan dukungan langsung.

Apresiasi Internasional dan Dukungan Diplomatik

Kehadiran musisi Indonesia juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan diplomatik. Sejumlah duta besar dari negara sahabat seperti China, Moldova, Kamboja, dan Filipina turut hadir, bersama perwakilan perusahaan serta Kementerian Luar Negeri Turki.

Festival ini sendiri diselenggarakan oleh Sevda-Cenap and Music Foundation dengan dukungan penuh dari Pemerintah Turki. Sejak tahun 1993, festival ini telah menjadi bagian dari jaringan European Festival Association, menjadikannya salah satu ajang musik bergengsi di kawasan Eropa.

Penguatan Citra Indonesia di Panggung Dunia

Partisipasi Indonesia dalam festival ini menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan instrumen strategis dalam memperkuat citra bangsa di tingkat internasional. Melalui pendekatan yang modern dan berkualitas, Indonesia mampu menunjukkan identitasnya sebagai negara yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga relevan dalam dinamika global.

Lognews.co.id mencatat bahwa momentum ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi budaya, jika dikelola secara konsisten dan profesional, dapat menjadi kekuatan lunak yang efektif dalam memperluas pengaruh Indonesia di dunia internasional. (Saheel untuk Indonesia)