Monday, 13 April 2026

AS-Iran Buntu, Teheran Tegaskan Tak Akan Kembali ke Meja Perundingan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Pemerintah Iran dilaporkan tidak berencana melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) setelah putaran awal perundingan berakhir tanpa kesepakatan. (12/4/26)

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi menyebutkan bahwa Teheran tetap bersikeras agar seluruh tuntutannya dipenuhi sebelum membuka kembali dialog lanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.

“Iran tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya,” demikian dikutip dari sumber tersebut.

Perundingan yang berlangsung di Islamabad sejak 11 April 2026 gagal menghasilkan kesepakatan, terutama terkait tuntutan AS agar Iran menghentikan program nuklirnya secara menyeluruh.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa pihaknya belum melihat komitmen jangka panjang dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, ia tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan di masa depan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa hasil negosiasi tidak terlalu berpengaruh bagi pihaknya, seraya mengklaim posisi AS sudah unggul.

Dari pihak Iran, Wakil Presiden Ataollah Mohajerani menilai kegagalan negosiasi justru menjadi kerugian bagi Amerika Serikat. Ia menuding Washington berupaya meraih hasil diplomatik yang tidak didapatkan di medan konflik.

Kebuntuan ini juga berdampak pada ketidakpastian situasi di Selat Hormuz, yang hingga kini masih berada di bawah kendali Iran. Teheran menegaskan kebijakan pengaturan lalu lintas kapal, termasuk kewajiban pembayaran biaya transit, tetap diberlakukan.

Dengan belum adanya titik temu, masa depan gencatan senjata antara kedua negara menjadi tanda tanya, sekaligus meningkatkan risiko gangguan terhadap stabilitas energi global. (Amri-untuk Indonesia)