Thursday, 09 April 2026

Iran Tegas Balas Ancaman Trump: Tak Ada yang Bisa Hancurkan Peradaban Kami

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada ancaman apa pun yang mampu menggoyahkan, apalagi menghancurkan, peradaban negaranya yang telah berdiri kuat selama berabad-abad.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Washington dapat menghancurkan “seluruh peradaban” Iran.

Melalui unggahan di platform X pada Selasa (7/4), Mohajerani menekankan bahwa bangsa Iran memiliki keyakinan kuat dalam mempertahankan hak dan kepentingan nasionalnya.
“Suatu bangsa yang memiliki keyakinan penuh akan kebenaran jalannya, akan mengerahkan seluruh kapasitas dan kemampuannya untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tulis Mohajerani di X, Selasa (7/4).

Ia juga menegaskan bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah Iran dalam menghadapi eskalasi yang terus berkembang.

Menurut dia, Teheran akan menyikapi situasi tersebut secara hati-hati namun tetap tegas dalam menjaga kepentingan negaranya.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang berbagai infrastruktur vital di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dan gagal mencapai kesepakatan hingga batas waktu yang ditetapkan.

Trump disebut memberi tenggat hingga Selasa pukul 20.00 EDT atau Rabu pukul 07.00 WIB.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang diarahkan ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan Iran itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memperburuk ketidakpastian di tingkat global.

Dampaknya juga mulai terasa pada pasar internasional dan jalur penerbangan di kawasan yang ikut terganggu akibat eskalasi konflik. (Saheel untuk Indonesia)