Wednesday, 08 April 2026

Skema Damai Dua Tahap Dibahas, AS-Iran Bidik Gencatan Senjata 45 Hari

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Amerika Serikat (AS), Iran, dan sejumlah mediator regional dilaporkan tengah membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari sebagai tahap awal dari skema dua fase untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Laporan itu disampaikan Axios pada Minggu, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pembahasan. Disebutkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir telah menyodorkan sejumlah opsi pendekatan kepada Iran, namun hingga kini belum ada satu pun yang diterima oleh Teheran.

Meski jalur komunikasi masih terbuka, sumber-sumber tersebut menilai peluang tercapainya kesepakatan dalam 48 jam ke depan masih tergolong kecil.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan, serta menuntut agar Selat Hormuz kembali dibuka.

Menurut laporan itu, skema penyelesaian konflik yang tengah dibahas terdiri dari dua tahap. Tahap pertama berupa gencatan senjata selama 45 hari, yang akan digunakan sebagai ruang negosiasi untuk merumuskan kesepakatan damai final.

Sumber yang dikutip juga menyebutkan bahwa masa gencatan senjata tersebut dapat diperpanjang apabila para pihak membutuhkan waktu tambahan dalam proses perundingan.

Sementara itu, tahap kedua mencakup penandatanganan kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang secara resmi.

Menurut Axios, dua isu besar yang dinilai paling sulit diselesaikan pada tahap awal adalah pembukaan penuh Selat Hormuz dan status kepemilikan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran. Kedua persoalan itu disebut baru mungkin dibahas secara tuntas dalam kerangka kesepakatan akhir.

Selain itu, para mediator juga disebut sedang berupaya membangun kepercayaan antara kedua pihak, termasuk dengan menjajaki kemungkinan langkah-langkah yang dapat dilakukan Washington untuk memenuhi sebagian tuntutan Iran.

Pada Minggu (5/4), Trump mengatakan kepada media tersebut bahwa AS sedang menjalani negosiasi intensif dengan Iran dan menyebut kesepakatan bahkan bisa saja tercapai paling cepat pada Selasa (7/4).

Sebelumnya, Trump juga mengklaim bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran telah berlangsung secara produktif.

Namun, di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung dengan Amerika Serikat. Meski begitu, Teheran mengakui telah menerima pesan-pesan melalui jalur perantara yang menunjukkan keinginan Washington untuk membuka dialog demi menghentikan konflik.

Diketahui, pada 28 Februari, AS dan Israel memulai serangan gabungan terhadap sejumlah target di wilayah Iran, termasuk Teheran. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, yang disebut sebagai bentuk pertahanan diri.

(Saheel untuk Indonesia)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA