Wednesday, 08 April 2026

Iran Jadikan Pendapatan Transit Selat Hormuz sebagai Kompensasi Perang

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Kantor Presiden Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan kembali dibuka untuk pelayaran apabila sebagian pendapatan dari jalur transit tersebut digunakan untuk mengganti kerugian akibat perang.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, melalui unggahan di platform media sosial X, Minggu (5/4).

Dalam pernyataannya, Tabatabai menegaskan bahwa pembukaan kembali salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia itu harus disertai kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik berlangsung.

Selain menyinggung soal Selat Hormuz, Tabatabai juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai pernyataan-pernyataan Trump belakangan ini mencerminkan keputusasaan dan kemarahan di tengah eskalasi konflik kawasan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang disebut menampung aset militer milik Amerika Serikat.

Di tengah eskalasi tersebut, Iran juga memperketat pergerakan kapal di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi global. (Saheel untuk Indonesia)