lognews.co.id, Korea — Sosok Sugianto, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, kembali mengharumkan nama daerah dan bangsa setelah diundang secara terhormat dalam jamuan santap siang kenegaraan di Istana Kepresidenan Korea Selatan (Blue House), Rabu, 1 April 2026. Dalam momen bersejarah itu, ia berdiri sejajar dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korsel Lee Jae Myung, menerima penghormatan atas aksi heroik yang menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan besar di Yeongdeok pada 2025.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan rasa bangga yang kuat kepada Sugianto. Dalam suasana formal penuh kehormatan, Prabowo tampak menyalami, menepuk punggung, dan menyampaikan pesan hangat, “Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu,” sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian dan integritas Sugianto.
Sugianto diundang langsung oleh Presiden Lee Jae Myung sebagai tamu kehormatan setara pejabat tinggi negara. Ia tampil mengenakan setelan jas lengkap, berdiri di antara dua kepala negara, menandakan tingginya penghargaan Korea Selatan terhadap tindakan heroiknya ketika menyelamatkan para lansia yang terjebak dalam kebakaran hutan pada 25 Maret 2025.
Dalam insiden kebakaran tersebut, Sugianto dan kepala komunitas nelayan setempat, Yoo Myung-sin, mengetuk pintu rumah-rumah warga sepuh yang sedang beristirahat dan menggendong mereka satu per satu menuju tanggul sejauh 300 meter untuk menghindari kobaran api. Aksinya yang spontan dan penuh keberanian membuatnya dijuluki pahlawan oleh publik Korsel dan menjadi headline di berbagai media nasional seperti KBS dan Korea JoongAng Daily.
Atas keberaniannya, awal tahun lalu Presiden Lee Jae Myung menganugerahkan Sugianto penghargaan bergengsi The Order of Civil Merit, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Korea Selatan. Pengakuan ini semakin mengukuhkan perannya sebagai figur kemanusiaan yang dihormati di dua negara.
Sugianto telah bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan selama sembilan tahun, tetapi tetap menunjukkan kepedulian mendalam terhadap lingkungan dan masyarakat tempat ia tinggal. Ia menegaskan bahwa motivasinya sederhana: “Yang saya pikirkan hanyalah menyelamatkan para nenek dan penduduk dengan cepat.” Dedikasinya menggambarkan nilai-nilai luhur masyarakat Indramayu yang menjunjung gotong royong dan kemanusiaan.
Kisah Sugianto adalah cermin keberanian seorang warga Indramayu yang kini menjadi inspirasi nasional dan internasional. Jejak kepahlawanannya membuktikan bahwa ketulusan dan keberanian dapat melintasi batas negara dan mengangkat martabat bangsa di mata dunia. (Amri-untuk Indonesia)



