Friday, 03 April 2026

Rusia Siap Pasok Minyak ke Indonesia di Tengah Krisis Hormuz

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Dunia — Pemerintah Rusia menyatakan kesiapan memasok minyak dan gas ke Indonesia apabila Jakarta membutuhkan sumber energi alternatif di tengah terganggunya pasokan global akibat konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang mendorong penutupan Selat Hormuz serta membuat dua kapal tanker Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, tertahan di Teluk Arab tanpa izin melintas sehingga memaksa pemerintah mencari rute dan pemasok baru untuk mengamankan kebutuhan energi nasional. (1/4/26)

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan Moskow terbuka menjalin kontrak dengan negara sahabat, termasuk Indonesia, dan meminta pemerintah Indonesia atau Pertamina menyampaikan kebutuhan secara resmi karena Kedutaan Besar Rusia belum menerima permintaan langsung dari Kementerian ESDM maupun BUMN migas tersebut, namun ia menegaskan bahwa Rusia bersedia mendiskusikan skema pembelian sepanjang didasarkan kebutuhan riil dan kesediaan bekerja sama melalui perjanjian jangka panjang yang mengikat.

Tolchenov menambahkan bahwa peluang pembelian minyak Rusia tidak terbatas pada negara-negara mitra, sebab Moskow tetap membuka kerja sama energi bahkan untuk negara-negara yang tidak bersahabat seperti Eropa Barat selama mereka mengajukan minat dan siap mematuhi struktur kontrak, sehingga Rusia pada prinsipnya tidak pernah menolak permintaan pasokan energi dari pihak mana pun selama mekanisme kerja sama dapat dijalankan secara transparan, legal dan saling menguntungkan.

Krisis penutupan Selat Hormuz sendiri menjadi pemicu pemerintah Indonesia memperluas sumber pasokan energi di tengah meningkatnya risiko geopolitik termasuk langkah Presiden Prabowo yang menugaskan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mencari alternatif pemasok minyak ke negara lain untuk memastikan kebutuhan domestik tetap aman, sementara pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas internasional guna mengupayakan pembebasan jalur pelayaran bagi tanker Indonesia yang tertahan dan mengendalikan dampak pada stabilitas harga BBM dalam negeri. (Amri-untuk Indonesia)