lognews.co.id, New Delhi — Indonesia dan India menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis sektor digital dalam pertemuan bilateral Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dengan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India S. Krishnan di New Delhi. Kerja sama difokuskan pada pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial inklusif dan berdaulat. (19/2/26)
Pertemuan yang berlangsung di sela AI Impact Summit tersebut menekankan pentingnya kolaborasi menghadapi tantangan transformasi digital Asia. Kedua negara sepakat membangun fondasi teknologi yang mendorong pertumbuhan inklusif, perlindungan data nasional, serta kedaulatan regulasi domestik.
Pada sektor kecerdasan artifisial, Indonesia menyatakan minat mengadopsi pendekatan demokratisasi AI ala India agar akses teknologi tidak dimonopoli pihak tertentu. Kolaborasi diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang relevan secara budaya, aman, dan selaras dengan kebijakan nasional.
Di bidang Infrastruktur Publik Digital, Indonesia menjajaki adaptasi model identitas digital India untuk meningkatkan transparansi layanan publik. Kerja sama juga mencakup GovTech, telemedicine e-Sanjeevani, serta platform pemetaan geospasial BISAG-N guna memperkuat integrasi layanan pemerintah.
Kemitraan turut menyasar desain chip dan rantai pasok semikonduktor dengan memanfaatkan potensi mineral strategis Indonesia dan dukungan fasilitas desain chip India. Selain itu, penguatan keamanan siber melalui koordinasi antar lembaga respons insiden serta eksplorasi sistem tanggap darurat terpadu menjadi agenda prioritas.
Dalam aspek peningkatan kapasitas, kedua negara mendorong pelatihan talenta digital melalui lembaga pendidikan teknologi India serta pertukaran startup untuk memperluas kolaborasi inovasi. Kemitraan ini diharapkan mempercepat transformasi digital nasional dan memastikan manfaat teknologi dirasakan seluruh lapisan masyarakat. (Amri-untuk Indonesia)


