Monday, 23 February 2026

Hacker Solo Bayu Fedra Abdullah Tembus Black Hat Eropa dan Timur Tengah

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Praktisi keamanan siber asal Solo, Bayu Fedra Abdullah (25), mendapat undangan resmi untuk mempresentasikan risetnya dalam dua forum keamanan siber bergengsi dunia, Black Hat Europe dan Black Hat Middle East and Africa (MEA). (22/2/2026)

Informasi ini dihimpun dari keterangan langsung yang dipublikasikan media nasional serta konfirmasi penyelenggara konferensi internasional tersebut.

Diundang Secara Personal oleh Black Hat

Bayu Fedra Abdullah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyampaikan bahwa undangan diterima secara personal setelah proposal risetnya lolos proses seleksi kurasi Black Hat.

Black Hat merupakan konferensi keamanan siber global yang rutin digelar di empat kawasan utama: Amerika Serikat (Las Vegas), Eropa (London), Timur Tengah & Afrika (Riyadh), serta Asia (Singapura). Forum ini dikenal sebagai salah satu konferensi paling prestisius di bidang cybersecurity, dengan proses seleksi ketat berbasis kualitas riset.

Dua Riset Lolos Kurasi Internasional

Dalam Black Hat Europe di London, Bayu mempresentasikan riset bertajuk MBPTL. Sementara pada Black Hat MEA di Riyadh, ia memperkenalkan tool kedua bernama IPTI.

Seluruh partisipasi dilakukan melalui mekanisme open submission internasional, di mana peneliti dari berbagai negara dapat mengirimkan karya untuk diseleksi panitia.

Berdasarkan standar konferensi, karya yang diterima umumnya memiliki nilai kebaruan (novelty), relevansi keamanan sistem, serta kontribusi praktis terhadap mitigasi risiko siber.

Bukan Delegasi Kampus, Lolos Seleksi Independen

Bayu menegaskan partisipasinya bukan sebagai delegasi resmi kampus, melainkan hasil seleksi independen dari panitia Black Hat. Setelah dinyatakan lolos, barulah ia menyampaikan informasi kepada pihak universitas untuk dukungan pendanaan tambahan.

Kampus disebut memberikan dukungan sponsor, meski pembiayaan perjalanan internasional tetap memerlukan kontribusi pribadi.

Forum Elit Industri Teknologi Global

Black Hat dikenal menghadirkan perusahaan teknologi global seperti Google, AWS, Cloudflare, serta perusahaan keamanan siber internasional. Konferensi ini menjadi ajang pertemuan para peneliti, ethical hacker (white hat), hingga profesional keamanan digital tingkat dunia.

Keikutsertaan Bayu dalam dua edisi Black Hat sekaligus menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas riset keamanan siber dari Indonesia.

Konteks Ekosistem Keamanan Siber Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam beberapa laporan sebelumnya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas talenta keamanan siber nasional.

Partisipasi peneliti muda Indonesia dalam forum global dinilai relevan dalam memperkuat reputasi dan kontribusi Indonesia di bidang keamanan digital internasional.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi tambahan dari penyelenggara Black Hat terkait detail teknis kedua tool tersebut, namun keikutsertaan dalam forum tersebut telah terkonfirmasi melalui publikasi media nasional dan dokumentasi acara.

(Amri-untuk Indonesia)