Sunday, 24 May 2026

Teknologi Baru China Bikin Mobil Listrik Bisa Isi Daya Secepat Isi Bensin

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Terobosan teknologi baterai terbaru dari China disebut berpotensi mengubah masa depan kendaraan listrik dunia. Para peneliti berhasil mengembangkan baterai solid-state yang mampu terisi penuh hanya dalam waktu sekitar tiga menit, mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional. 

Pengembangan tersebut dilakukan tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences atau Akademi Ilmu Pengetahuan China. Teknologi baru ini diyakini menjadi solusi atas salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik, yakni lamanya waktu pengisian daya.

Selama ini, pengguna mobil listrik harus menunggu cukup lama saat mengisi daya baterai di stasiun pengisian listrik umum. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak yang dapat diisi penuh hanya dalam hitungan menit.

Selain unggul dalam kecepatan pengisian, baterai lithium-metal solid-state generasi terbaru itu juga menawarkan kapasitas energi lebih besar dibanding baterai kendaraan listrik yang saat ini banyak digunakan di pasar global.

Tim peneliti mencatat kepadatan energi baterai mencapai 451,5 Wh/kg. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat baterai lithium iron phosphate (LFP) yang umumnya hanya berada di kisaran 200 Wh/kg.

Dengan kapasitas energi lebih tinggi, mobil listrik masa depan diperkirakan mampu menempuh jarak lebih jauh tanpa perlu menambah ukuran maupun bobot baterai secara signifikan.

Dalam pengembangannya, para ilmuwan memodifikasi material elektrolit berbahan polivinilidena fluorida (PVDF) agar lebih stabil saat bekerja pada tegangan tinggi.

Mereka juga menggunakan pelarut khusus dalam proses produksi guna menjaga struktur material tetap aman dan tidak mudah rusak ketika baterai bekerja dalam kondisi ekstrem.

Hasil pengujian menunjukkan baterai tersebut mampu bertahan hingga 700 siklus pengisian cepat dengan kapasitas tersisa sekitar 81,9 persen dari kondisi awal.

Keunggulan lain dari teknologi solid-state adalah faktor keamanan yang dinilai jauh lebih baik dibanding baterai lithium-ion konvensional.

Dalam pengujian penetrasi menggunakan paku logam, baterai tetap stabil tanpa mengalami ledakan maupun kebakaran meski bagian sel utama ditembus secara langsung.

Perkembangan teknologi baterai solid-state juga mulai didukung industri global. Perusahaan baterai asal China, Ganfeng Lithium, mengklaim sel baterai solid-state 400 Wh/kg miliknya telah lolos lebih dari 1.100 siklus pengujian.

Sementara itu, perusahaan rintisan Pure Lithium mulai menyiapkan kapasitas produksi hingga 500 MWh untuk baterai solid-state tahan api yang tengah dikembangkannya.

Meski pasar kendaraan listrik saat ini masih didominasi baterai LFP karena biaya produksinya lebih murah, sejumlah produsen besar mulai menargetkan komersialisasi teknologi solid-state pada periode 2026 hingga 2027.

Perusahaan seperti CATL dan BYD yang saat ini memimpin pasar baterai kendaraan listrik dunia juga terus mengembangkan teknologi baterai generasi baru tersebut.

Apabila pengembangan berjalan sesuai target, kendaraan listrik diprediksi akan memasuki era baru dengan pengisian daya super cepat, jarak tempuh lebih jauh, serta tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Teknologi tersebut dinilai berpotensi membuat kendaraan listrik menjadi pilihan transportasi paling praktis dan efisien dalam beberapa tahun mendatang. (Amri-untuk Indonesia)