Thursday, 21 May 2026

Jepang Gunakan Robot ‘Monster Serigala’ untuk Halau Serangan Beruang

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Tokyo - Sebuah perusahaan di Jepang mengalami lonjakan permintaan terhadap robot berbentuk serigala yang dirancang untuk menghalau beruang liar setelah meningkatnya serangan fatal hewan tersebut terhadap manusia dalam dua tahun terakhir. (21/5/26)

Robot bernama “Monster Serigala” itu diproduksi oleh perusahaan Ohta Seiki yang berbasis di Hokkaido. Perangkat tersebut dilengkapi mata merah menyala, suara lolongan, geraman, hingga efek menakutkan untuk mengusir hewan liar dari area permukiman maupun lahan pertanian.

Presiden Ohta Seiki, Yuji Ohta, mengatakan pihaknya telah menerima sekitar 50 pesanan baru dalam waktu singkat, melampaui jumlah pemesanan sepanjang tahun sebelumnya.

“Kami memproduksi alat ini secara manual dan saat ini belum mampu memenuhi permintaan secepat yang masuk,” ujar Yuji Ohta kepada AFP.

Ia menjelaskan meningkatnya serangan beruang di Jepang membuat banyak warga mulai mencari sistem perlindungan yang lebih efektif, terutama petani dan pekerja di wilayah pedesaan.

Mayoritas pesanan datang dari petani, operator lapangan golf, hingga pekerja konstruksi yang beraktivitas di kawasan rawan kemunculan beruang liar.

Berdasarkan data resmi pemerintah Jepang, tercatat 13 korban jiwa akibat serangan beruang sepanjang periode 2025 hingga 2026. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi baru dan lebih dari dua kali lipat angka sebelumnya.

Selain itu, lebih dari 50 ribu laporan penampakan beruang terjadi di berbagai wilayah Jepang dalam periode yang sama. Hewan liar tersebut dilaporkan semakin sering memasuki permukiman warga, berkeliaran di sekitar sekolah, supermarket, hingga kawasan pemandian air panas.

Robot “Monster Serigala” pertama kali diperkenalkan pada 2016 dengan harga sekitar US$4.000 atau setara puluhan juta rupiah.

Kini, Ohta Seiki tengah mengembangkan versi terbaru dengan tambahan roda agar robot dapat bergerak mengejar hewan liar maupun melakukan patroli otomatis di area tertentu.

Perusahaan juga berencana memproduksi versi portabel untuk pendaki gunung, pemancing, dan pelajar. Selain itu, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI juga sedang dipersiapkan untuk mendukung sistem deteksi pada generasi berikutnya.

Fenomena meningkatnya interaksi beruang dengan manusia di Jepang diduga berkaitan dengan perubahan habitat, krisis pangan satwa liar, serta dampak perubahan iklim yang memengaruhi pola hidup hewan di kawasan pegunungan. (Amri-untuk Indonesia)