Wednesday, 20 May 2026

Kuliner Indonesia Dominasi Daftar Street Food Terbaik Asia Tenggara Versi TasteAtlas

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id  — Kuliner jalanan Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional setelah sejumlah makanan khas Nusantara mendominasi daftar “100 Best Southeast Asian Street Food” yang dirilis platform panduan kuliner dunia TasteAtlas.

Dalam daftar tersebut, berbagai jajanan kaki lima Indonesia berhasil menempati posisi teratas berkat cita rasa rempah yang kuat serta keunikan penyajian tradisional yang khas.

Posisi pertama ditempati oleh Sate Kambing. Hidangan berbahan daging kambing bakar itu dikenal melalui aroma asap khas dari bara api dan perpaduan bumbu kacang maupun kecap manis dengan irisan bawang serta cabai.

Dominasi kuliner Nusantara berlanjut dengan masuknya Siomay di posisi kelima. Makanan berbahan ikan kukus tersebut disajikan bersama kentang, kol, tahu, telur, dan saus kacang yang menjadi ciri khas jajanan jalanan Indonesia.

Sementara posisi keenam ditempati Batagor atau bakso tahu goreng asal Bandung, Jawa Barat. Kuliner ini dikenal melalui tekstur renyah tahu goreng isi ikan yang dipadukan dengan saus kacang gurih.

Indonesia kembali menempatkan wakilnya melalui Sate Padang di posisi ketujuh. Berbeda dari sate pada umumnya, sate khas Sumatera Barat tersebut menggunakan kuah rempah kental bercita rasa gurih dan pedas.

Selain Indonesia, Vietnam dan Malaysia juga masuk jajaran atas daftar tersebut. Vietnam menempatkan Banh Mi Heo Quay di posisi kedua serta Banh Mi di posisi keempat.

Sementara Malaysia melalui Roti Canai berhasil menempati peringkat ketiga. Roti pipih berlapis itu dikenal dengan tekstur lembut dan renyah yang biasa disajikan bersama kuah kari.

Masuknya berbagai kuliner Indonesia dalam daftar internasional tersebut dinilai menjadi bukti kuat bahwa makanan jalanan Nusantara memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Tidak hanya menawarkan cita rasa khas, kuliner kaki lima Indonesia juga merepresentasikan identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat.

Pengakuan internasional ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di kawasan Asia Tenggara. (Amri-untuk Indonesia)