lognews.co.id — Teknik ablasi mata pada induk udang vaname menjadi metode yang umum digunakan dalam industri budidaya udang untuk mempercepat pematangan gonad dan meningkatkan produksi telur. (3/3/26)
Dalam praktiknya, ablasi dilakukan dengan memotong tangkai mata induk udang betina. Prosedur ini bertujuan menghentikan produksi hormon Gonad Inhibiting Hormone (GIH) yang dihasilkan oleh organ X pada mata udang. Hormon tersebut secara alami menghambat pematangan gonad, sehingga ketika produksinya dihentikan, hormon perangsang gonad atau Gonad Stimulating Hormone (GSH) bekerja lebih dominan dan mempercepat proses reproduksi.
Teknik ini telah diterapkan secara luas di hatchery atau pusat pembenihan untuk meningkatkan produksi benur (larva udang) dalam jumlah besar. Induk udang yang telah diablasi umumnya akan mencapai tingkat kematangan gonad lebih cepat, bahkan dalam waktu sekitar 11 hari setelah prosedur dilakukan.
Proses ablasi harus dilakukan secara cepat dan steril untuk meminimalkan stres dan risiko infeksi. Biasanya teknisi menggunakan gunting steril atau alat pencapit khusus untuk memotong tangkai mata, kemudian induk udang dicelupkan ke cairan desinfektan seperti Kalium Permanganate sebelum dikembalikan ke kolam pemijahan.
Meski efektif dalam meningkatkan produksi, teknik ablasi tetap memerlukan pengawasan ketat pada fase pascaprosedur. Induk udang perlu diberikan pakan tinggi protein serta dipantau kondisi kesehatannya untuk mencegah stres berlebih atau infeksi. Pemilihan induk yang sehat dengan bobot ideal dan tanpa cacat juga menjadi faktor penting keberhasilan pemijahan dalam sistem budidaya udang modern. (Amri-untuk Indonesia)



