lognews.co.id — Microsoft tengah mengembangkan sistem penyimpanan data berbasis kepingan kaca yang diklaim mampu bertahan hingga 10.000 tahun. Teknologi ini dikembangkan melalui proyek riset bernama Project Silica.
Di tengah lonjakan produksi data global mulai dari arsip pemerintahan, penelitian ilmiah, hingga konten hiburan media penyimpanan konvensional seperti hard disk dan pita magnetik umumnya memiliki masa pakai terbatas, rata-rata kurang dari satu dekade dalam kondisi operasional tertentu.
Project Silica memanfaatkan kaca borosilikat setebal sekitar 2 milimeter sebagai media penyimpanan. Data ditulis menggunakan laser ultra cepat femtosecond yang menciptakan deformasi mikro tiga dimensi (voxels) di dalam struktur kaca. Proses pembacaan dilakukan melalui sistem optik yang dikombinasikan dengan algoritma kecerdasan buatan.
Satu keping kaca berukuran seukuran tatakan gelas disebut mampu menyimpan hingga 7 terabyte data setara ribuan film resolusi tinggi. Media ini juga tahan terhadap air, suhu ekstrem, radiasi elektromagnetik, serta kerusakan fisik ringan.
Berbeda dari media penyimpanan konvensional, teknologi ini bersifat Write Once Read Many (WORM). Artinya, data yang telah ditulis tidak dapat diubah atau ditimpa secara tidak sengaja. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk kebutuhan arsip jangka panjang, seperti pusat data cloud, lembaga arsip nasional, museum, dan institusi penelitian.
Pengembangan Project Silica telah berlangsung sekitar delapan tahun dan melibatkan insinyur mekanik, ilmuwan komputer, serta spesialis optik. Microsoft juga melakukan konsultasi dengan lembaga arsip dan industri hiburan guna mengidentifikasi kebutuhan penyimpanan jangka panjang.
Meski menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi tantangan, termasuk kecepatan baca-tulis yang lebih lambat dibanding sistem modern serta kebutuhan perangkat presisi tinggi dengan biaya investasi besar.
Jika berhasil dikomersialisasikan secara luas, penyimpanan data berbasis kaca berpotensi menjadi solusi arsip digital ultra-jangka panjang, menjaga catatan peradaban manusia melampaui umur media penyimpanan generasi saat ini.
(Amri-untuk Indonesia)



