Friday, 20 February 2026

Generasi Sigma Disebut Lahir 2026 Istilah Belum Klasifikasi Resmi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Istilah Generasi Sigma mulai ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan bayi yang lahir pada 2026, meski hingga kini belum ada klasifikasi resmi dalam kajian demografi global yang mengakui kategori tersebut. (18/2/26)

Dalam literatur kependudukan, generasi yang telah diakui umumnya mencakup Baby Boomers, Generasi X, Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Setelah Generasi Alpha yang diperkirakan lahir hingga pertengahan 2020-an, belum ada penetapan akademik resmi terkait penamaan generasi berikutnya.

Istilah “Sigma” sendiri kerap digunakan di ruang publik dan media sosial untuk menggambarkan karakter independen, adaptif, dan fleksibel. Namun, penggunaan istilah tersebut lebih bersifat populer dan spekulatif, bukan berbasis konsensus ilmiah atau institusi riset demografi internasional.

Jika merujuk tren global, anak-anak yang lahir setelah 2025 diperkirakan tumbuh dalam era percepatan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan transformasi digital yang semakin masif. Lingkungan tersebut berpotensi membentuk pola pikir adaptif dan literasi teknologi tinggi, sekaligus memunculkan tantangan seperti ketergantungan digital dan kesenjangan akses pendidikan.

Para pakar pendidikan dan sosiologi menekankan bahwa perkembangan generasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, dan kebijakan publik. Oleh karena itu, pelabelan generasi sebaiknya didasarkan pada riset longitudinal dan bukan semata tren istilah populer.

Diskursus tentang Generasi Sigma mencerminkan kekhawatiran sekaligus harapan terhadap masa depan anak-anak yang lahir di era digital penuh disrupsi. Tantangan utamanya adalah memastikan kemajuan teknologi berjalan seiring penguatan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial agar generasi mendatang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga matang secara nilai. (Amri-untuk Indonesia)