Wednesday, 04 February 2026

Garam Bambu Korea, Garam Termahal di Dunia dengan Proses Ekstrem

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Garam merupakan bumbu dapur paling dasar dalam masakan. Selama ini, masyarakat umumnya mengenal dua jenis garam, yakni garam dapur dan garam meja. Namun, di Korea terdapat jenis garam yang disebut-sebut sebagai salah satu garam termahal di dunia, yakni garam bambu atau jookyeom.

Garam dapur biasanya dihasilkan melalui proses penguapan air laut dan memiliki tekstur lebih kasar. Sementara itu, garam meja diproses lebih lanjut untuk menghilangkan mineral tertentu sehingga teksturnya lebih halus dan harganya relatif lebih mahal.

Berbeda dari keduanya, garam bambu Korea dibuat melalui proses yang sangat kompleks dan berulang. Garam laut dimasukkan ke dalam batang bambu tua, lalu disegel dengan tanah liat dan dipanggang dalam tungku menggunakan kayu pinus pada suhu sangat tinggi, mencapai sekitar 800–815 derajat Celsius.

Proses pembakaran ini diulang hingga delapan atau sembilan kali. Pada tahap akhir, garam dilelehkan hingga menyerupai magma, kemudian dibiarkan mengeras menjadi kristal. Proses panjang yang bisa berlangsung hingga 40–45 hari ini membuat garam bambu memiliki aroma khas pembakaran, rasa gurih dengan sentuhan manis, serta warna ungu kehitaman.

Varian yang paling terkenal dikenal sebagai Amethyst Bamboo Salt (9x), yang dianggap sebagai kualitas tertinggi dalam tradisi pembuatan garam bambu Korea.

Harga Fantastis dan Nilai Tradisi

Karena proses produksinya yang rumit dan memakan waktu, harga garam bambu Korea tergolong sangat mahal. Di pasar internasional, garam ini dijual sekitar US$62 (sekitar Rp800 ribu) untuk kemasan 65 gram, dan bisa mencapai US$272 (sekitar Rp3,6 juta) untuk kemasan 453 gram.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, garam bambu juga memiliki nilai budaya dan tradisi dalam pengobatan Timur. Dalam praktik pengobatan tradisional Tao, garam ini dipercaya memiliki manfaat kesehatan, meski klaim tersebut tidak sepenuhnya didukung bukti ilmiah modern. Di Korea, garam bambu tidak hanya digunakan dalam kuliner, tetapi juga dalam produk perawatan tubuh seperti pasta gigi, sabun, dan kosmetik.

Lebih dari Sekadar Garam

Garam bambu Korea bukan sekadar bumbu dapur, melainkan produk budaya yang memadukan teknik tradisional, filosofi Timur, dan proses produksi ekstrem. Kombinasi faktor tersebut membuat jookyeom menjadi simbol kemewahan sekaligus warisan kuliner Korea yang mendunia.

(Amri-untuk Indonesia)