Wednesday, 25 February 2026

Mie Ragit, Takjil Gurih Khas Indramayu yang Hanya Hadir Saat Ramadan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Kuliner musiman kembali menjadi buruan warga saat Ramadan tiba. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, salah satu sajian yang paling dicari menjelang waktu berbuka adalah Mie Ragit.

Mie Ragit dikenal sebagai kuliner tradisional berbahan dasar mie kuning dan irisan telur dadar, disiram kuah santan udang yang gurih. Sajian ini kerap dilengkapi sambal kacang, menambah cita rasa khas yang membedakannya dari hidangan mie lainnya.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai laporan media lokal dan keterangan pedagang, Mie Ragit hampir selalu muncul hanya pada bulan Ramadan. Penjualnya pun mayoritas pedagang musiman yang membuka lapak di sejumlah titik, seperti kawasan Kelurahan Karangmalang dan Karanganyar.

Darni, salah satu pedagang yang biasa berjualan di Jalan Kapten Arya, Karanganyar, menyebut Mie Ragit menjadi favorit karena rasanya yang gurih dan cocok disantap saat berbuka. “Mie Ragit paling pas dinikmati saat berbuka puasa,” ujarnya.

Secara komposisi, adonan ragit dibuat dari tepung terigu, telur ayam, garam, air, dan campuran rempah-rempah, kemudian dimasak menjadi lembaran tipis menyerupai dadar. Setelah itu dipadukan dengan mie kuning dan disiram kuah santan yang dimasak bersama udang rebon serta bumbu pilihan.

Sejumlah warga menyebut Mie Ragit sempat jarang ditemukan di luar Ramadan, sehingga keberadaannya menjadi penanda datangnya bulan suci bagi masyarakat setempat. Selain menjadi takjil, sajian ini juga dianggap bagian dari identitas kuliner daerah yang perlu dilestarikan.

Dengan komposisi yang mengenyangkan dan cita rasa khas pesisir, Mie Ragit tetap menjadi primadona setiap Ramadan di Indramayu.

(Amri-untuk Indonesia)