lognews.co.id, Indramayu – Setiap daerah memiliki identitas khas, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun kuliner. Kabupaten Indramayu, yang dikenal sebagai Kota Mangga di pesisir Pantura Jawa Barat, memiliki beragam kuliner khas yang selalu diburu wisatawan, salah satunya Pindang Gombyang.
Pindang Gombyang merupakan makanan khas Indramayu yang berbahan dasar kepala ikan manyung. Hidangan ini dimasak dengan bumbu kuning khas rempah Nusantara, menghasilkan cita rasa asam, manis, dan gurih yang berpadu dengan tekstur lembut daging ikan manyung. Perpaduan rasa tersebut menjadikan Pindang Gombyang memiliki karakter kuliner yang unik dan sulit dilupakan.
Ikan manyung sendiri merupakan salah satu jenis ikan laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, khususnya di wilayah pesisir utara dan selatan Pulau Jawa. Dagingnya yang lembut dan rasanya yang khas membuat ikan ini kerap diolah menjadi berbagai hidangan tradisional. Selain lezat, ikan manyung juga memiliki nilai gizi tinggi, terutama kandungan protein yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot, serta membantu pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.
Kandungan selenium dan vitamin D pada ikan manyung turut berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, vitamin B12 dan asam lemak omega-3 berfungsi menjaga kesehatan otak, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung perkembangan saraf. Selain itu, ikan manyung tergolong tinggi protein dan rendah kalori, sehingga dapat membantu menjaga berat badan ideal.
Sebagai daerah pesisir, masyarakat Indramayu memiliki kedekatan kuat dengan hasil laut. Potensi kuliner berbasis seafood terus dikembangkan untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas kuliner lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, Pindang Gombyang semakin populer dan menjadi salah satu ikon kuliner daerah.
Proses pengolahan Pindang Gombyang dimulai dengan mengukus kepala ikan manyung, kemudian dimasukkan ke dalam kuah bumbu yang diracik dari kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asam jawa, tomat, dan cabai rawit. Racikan rempah tersebut menghasilkan kuah yang kaya rasa dan menggugah selera.
Pelaku usaha kuliner biasa menjual Pindang Gombyang dengan harga berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per porsi, tergantung ukuran kepala ikan manyung yang digunakan. Keunikan rasa dan kekayaan rempah menjadikan Pindang Gombyang tidak sekadar hidangan laut, tetapi juga representasi identitas kuliner Indramayu yang terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. (Amri-untuk Indonesia)


