lognews.co.id, Depok – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan ketersediaan vaksin nasional dalam kondisi aman dan mencukupi hingga sembilan bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan dalam momentum penguatan program imunisasi nasional guna menjaga kesinambungan perlindungan kesehatan masyarakat. (02/05/26)
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan perhitungan logistik vaksin telah disusun dengan sistem overlap minimal tiga bulan. Skema tersebut memastikan tidak terjadi kekosongan stok, termasuk untuk vaksin campak yang memiliki kebutuhan tinggi di berbagai daerah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin, tetapi juga kesiapan alat suntik serta kekuatan sistem rantai dingin distribusi nasional. Infrastruktur distribusi yang merata dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas vaksin hingga ke tingkat pelayanan terdepan.
Selain itu, Kemenkes menyoroti pentingnya pemerataan cakupan imunisasi di seluruh wilayah Indonesia. Ketimpangan layanan dinilai berpotensi menciptakan kantong-kantong populasi rentan yang dapat menjadi sumber penularan penyakit menular.
Pemerintah menegaskan bahwa penguatan imunisasi nasional merupakan komitmen bersama dalam melindungi generasi masa depan. Upaya ini diarahkan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses vaksinasi yang optimal, sehingga berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi bisa ditekan secara signifikan. (Amri-untuk Indonesia)



