الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Apa Pengaruh Kerokan Pada Tubuh? Fakta Medis Di Balik Tradisi

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indonesia – Kerokan merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang populer di Indonesia dan beberapa negara Asia. Dalam tradisi pengobatan China, kerokan dikenal dengan istilah gua sha. Meski sering dikaitkan dengan konsep “masuk angin”, kerokan memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan respons fisiologis tubuh.

Kerokan dilakukan dengan menggosok permukaan kulit menggunakan benda tumpul untuk merangsang sirkulasi darah dan memberikan efek relaksasi pada tubuh.

FAKTA ILMIAH DI BALIK KEROKAN

Saat seseorang dikerok, kulit akan memerah akibat pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit. Kondisi ini bukan tanda “angin keluar”, melainkan reaksi tubuh terhadap tekanan mekanis pada kulit.

Pelebaran pembuluh darah tersebut meningkatkan aliran darah di area yang dikerok. Peningkatan sirkulasi darah dapat membantu mempercepat metabolisme lokal dan mengurangi ketegangan otot.

Selain itu, kerokan juga memicu pelepasan endorfin, yaitu hormon yang memberikan efek nyaman dan rileks. Hal inilah yang membuat tubuh terasa lebih segar setelah kerokan, terutama saat mengalami kondisi tidak enak badan atau pegal.

MANFAAT KEROKAN MENURUT PENELITIAN

Secara umum, kerokan dapat membantu meredakan peradangan dan mempercepat pemulihan tubuh. Metode ini sering digunakan untuk mengatasi gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri otot, pegal linu, dan kekakuan pada leher, bahu, punggung, serta kaki.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gua sha memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi nyeri serta meningkatkan mobilitas tubuh. Beberapa studi juga menyebutkan manfaat kerokan dalam meredakan sakit kepala, migrain, serta gejala kelelahan.

Dalam konteks sistem saraf, kerokan dapat memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi stres dan ketegangan.

EFEK SAMPING DAN RISIKO KEROKAN

Efek samping paling umum dari kerokan adalah kemerahan pada kulit. Kondisi ini merupakan reaksi peradangan ringan yang biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Rasa tidak nyaman saat kerokan juga dapat terjadi. Jika muncul nyeri berlebihan atau memar, intensitas tekanan sebaiknya dikurangi.

Kerokan tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pembekuan darah, penggunaan obat pengencer darah, diabetes, atau penyakit kulit tertentu.

CARA KEROKAN YANG AMAN

Untuk meminimalkan risiko, kerokan sebaiknya dilakukan dengan cara yang aman, antara lain:

  • Menggunakan alat yang halus dan bersih
    • Mengoleskan minyak atau losion pada kulit sebelum kerokan
    • Melakukan tekanan secara perlahan dan tidak berlebihan
    • Menghindari area tulang dan luka
    • Tidak langsung mandi setelah kerokan
    • Menghentikan kerokan jika muncul nyeri berlebihan

Kerokan merupakan praktik tradisional yang memiliki efek fisiologis nyata, namun tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pemeriksaan medis jika gejala penyakit berlanjut. (Amri-untuk Indonesia)