الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Menkeu Optimistis Rupiah Menguat dalam Dua Pekan ke Depan

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat dalam dua pekan ke depan. Optimisme tersebut disampaikan Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu. (14/1/26)

“Tidak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan,” ujar Purbaya.

Ia mengatakan pemerintah masih menunggu masukan dari Bank Indonesia sebagai otoritas yang menjaga stabilitas nilai tukar. Meski demikian, pemerintah disebut terus memperkuat fondasi perekonomian nasional guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai enam persen. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi nasional akan semakin membaik.

“Fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan. Tidak ada alasan orang takut untuk mengonversi ke rupiah. Investor asing juga sudah masuk, terlihat dari pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” tambahnya.

Pada pembukaan perdagangan Rabu, rupiah tercatat menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.

Meski demikian, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah masih berpotensi mengalami tekanan. Salah satunya dipicu oleh rencana kebijakan tarif yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran.

“Pengumuman ini meningkatkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama karena China merupakan importir utama minyak Iran,” ujar Josua.

Trump diketahui mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25 persen bagi seluruh negara yang berdagang dengan Iran dan menegaskan kebijakan tersebut bersifat final, meski detail penerapannya belum disampaikan.

Josua memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Sentimen eksternal lainnya datang dari data inflasi Amerika Serikat yang stabil pada Desember 2025. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 2,7 persen secara tahunan, sementara inflasi inti berada di level 2,6 persen year-on-year, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Selain itu, penjualan rumah baru di AS pada Oktober 2025 tercatat 737 ribu unit, sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya namun tetap lebih tinggi dari proyeksi pasar. Data tersebut dinilai menunjukkan permintaan konsumen yang masih kuat. (Amri-untuk Indonesia)